ANALISIS DATA PENELITIAN
| Analisis Data Penelitian |
Tahapan proses analisis data adalah mengatur data yang terkumpul, mengurutkan, mengelompokkan, dan memberikan kode serta mengategorikannya.Dalam proses analisis data, Data yang terkumpul perlu dikelompokkan terlebih dahulu.
Adapun pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantive.Oleh karena itu, analisis data merupakan bagian yang amat penting dalam sebuah penelitian.Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan ada gunanya apabila tidak dianalisis terlebih dahulu.Karena dengan analisis data, suatu data dapat diberi arti dan makna yang berguna dalam masalah penelitian.Tanpa analisis data, penelitian tidak akan dianggap sempurna bahkan dapat menyebabkan tertolaknya hasil penelitian.Oleh karena itu juga analisis data dinilai sangat penting untuk menguji kevalidan suatu hasil penelitian dengan variabel – variabelnya.
Di dalam sebuah penulisan karya ilmiah yang berdasarkan data-data penelitian,selain pengumpulan data, analisis data merupakan hal mutlak yang harus dijabarkan oleh penulis.Setelah dianalisis, data mentah yang telah dikumpulkan oleh para peneliti akan berguna dan tampak manfaatnya terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian Alur kerjanya, yang dimulai dari pengumpulan hingga interpretasi data dapat dilihat.
Secara umum, proses analisis data dimulai dengan mengkaji seluruh data yang tersedia dari berbagai sumberpengambilannya, seperti dari wawancara sebagai sumber data utama,dan sumber tertulis seperti buku dan majalah ilmiah serta dokumen pribadi sepertisurat, buku harian, foto dan catatan lapangan serta data statistik sebagai sumber tambahan atau sekunder .[2]
Setelah menelaah, maka langkah selanjutnya adalah reduksi data melalui abtraksi yang merupakan usaha meresume data yang inti,proses dan beberapa pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada dalam alur penelitian.Penyusunan data dalam satuan-satuan adalah langkah setelah reduksi data.Satuan-satuan dari susunan data itu kemudian dibuat beberapa kategori sambil dilakukan koding.Lalu keabsahan data itu diperiksa, sebagai tahapan terakhir dari analisis data.[3]
Analisis data merupakan kegiatan yang cukup berat bagi peneliti,terutama dalam merumuskan sebuah jawaban atas sebuah permasalahan dan diserapnya perwujudan rumusan itu secara nalar dan logika dengan mudah.Adapun pelaksanaan analisis data sangat menentukan kegiatan analisis itu sendiri.Kegiatan analisis data yang ditunjang oleh persiapan yang baik dan lengkap, dan sangat ditentukan oleh daya nalar dalam mencerna data serta mempunyai pengetahuan dan cakrawala yang mumpuni, maka akan menghasilkan analisa yang mendalam dan tajam dalam pengungkapan dan perumusan tujuan penelitian.Sebaliknya, karena daya nalar kurang menunjang dan terbatasnya pengetahuan serta wawasan, maka akan diperoleh hasil analisis yang kurang menguntungkan dikarenakan kurang mendalam dan tajam dalam perumusan tujuan maupun penafsiran data.[4]
Didalam proses Analisis data,terdapat perbedaan tahapan atau prosedur dalam menganalisis data yang sesuai dengan jenis data yang terkumpul.Pada dasarnya,dari segi bentuk tanpa memperhatikan hal penelitian normatif maupun empiris data dibagi menjadi data kuantitatif dan data kualitatif .[5]
Sedangkan pada hakikatnya,analisis sebagai usaha guna memanfaatkan data, sehingga dibutuhkan suatu kebenaran atau ketidakbenaran dari sebuah hipotesa, terbagi menjadi dua,yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif .[6]
Dengan paparan diatas, pemakalah berusaha menyajikan jawaban singkat dari beberapa pertanyaan tentang analiasis data, tahapan Begitu juga dengan operasionalisasi beberapa rumus statistik yang terdapat dalam penelitian kuantitatif yang akan dibahas oleh pemakalah secara ringkas.Dan sebagai uraian terakhir dari pembahasan dalam makalah ini adalah proses penarikan kesimpulan dalam analisis data.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang analisis data dalam makalah ini pemakalah berusaha merumuskan masalah,yaitu:
1. Apakah konsep analisis data?
2. Bagaimana tahapan-tahapan analisis data?
3. Bagaimana prosedur analisis kualitatif dan analisis kuantitatif sesuai dengan jenis data yang terkumpul?
4. Bagaimana cara memgoperasionalkan rumus-rumus statistik yang dipergunakan dalam analisis kuantitatif sesuai dengan data yang dikumpulkan?
5. Bagaimana prosedur menarik kesimpulan dari penelitian non statistik penelitian statistik?
Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui tentang konsep analisis data,beberapa tahapan dalam analisis data,prosedur analisis kualitatif dan analisis kuantitatif sesuai dengan jenis data yang terkumpul, cara mengoperasionalkan rumus-rumus statistik yang dipergunakan dalam analisis kuantitatif sesuai dengan data yang dikumpulkan dan prosedur menarik kesimpulan dari penelitian non statistik dan penelitian statistik.
Baca juga:
( Instrument Pengumpulan Data)
( Prosedur Penulisan Hasil Penelitian)
(Pengertian dan Jenis Variabel Penelitian)
Konsep analisis data
( Instrument Pengumpulan Data)
( Prosedur Penulisan Hasil Penelitian)
(Pengertian dan Jenis Variabel Penelitian)
Konsep analisis data
Konsep Analisis Data menurut Spradley sebagaimana telah dikutip oleh Sugiyono,Spradley menyatakan bahwa:
“Analysis of any kind involve a way of thinking,it refers to the systematic examination of something to determine its part, the relation among parts,and the relationship to the whole.Analysis is a search for patterns”.Analisis dalam penelitian apapun merupakan cara berpikir yang berhubungan dengan pengujian secara sistemis terhadap suatu bagian,hubungan antar bagian dan hubunganya dengan bagian keseluruhan lainnya.Analisis juga untuk mencari pola”. [7]
Analisis Data adalah proses mengelompokkan data mentah yang terkumpul lalu mengurutkan data sesuai dengan kategorinya yang kemudian direkayasa dengan mengubah bentuk awal dari data mentah sehingga berbentuk sesuatu yg memperlihatkan beberapa hubungan antara fenomena yang mudah difahami,dan meringkas data sedemikian rupa sehingga data mudah dibaca dan berguna untuk menjawab masalah serta berfungsi untuk menguji hipotesis. [8]
Analisis Data menurut Bogdan sebagaimana dikutip oleh Sugiyono dalam bukunya Metode Penelitian Pendidikan bahwa;
“Data analysis is The Process of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what yo have discovered to others”. Analisis Data merupakan sebuah proses secara sistematis pencarian dan penyusunan data dari hasil pengumpulan data yang berupa wawancara, catatan lapangan dan beberapa bahan lain yang terkumpul sehingga mudah difahami dan hasil temuan itu bisa disampaikan pada orang lain.[9]
Dari pengertian tentang Analisis data tersebut, maka ia bisa juga disebut dengan pengolahan data dan penafsiran data.Analisis data merupakan rangkaian kegiatan kajian tentang data,pengelompokansecara sistematisas, penafsiran dan verifikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis dan ilmiah.Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden,tabulating data berdasarkan variabel dan seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis, langkah terakhir tidak dilakukan dalam penelitian yang tidak memerlukan hipotesis.
Tahapan /Prosedur Analisis Data
Secara umum, prosedur analisis data dimulai dengan mengkaji seluruh data yang terkumpul kemudian membuat abstraksi(upaya merangkum data inti) untuk reduksi data,mengurangi data yang tidak perlu.Tahap selanjutnya adalah pemrosesan satuan,maksudnya data disusun dalam satuan, kemudian mengkategorikan satuan-satuan yang tersusun seraya melaksanakan koding,memberi kode pada data.Setelah itu memeriksa keabsahan data sebagai tahap akhir dari analisis data.[10]
Adapun prosedur analisis data menurut Stake(1995) sebagaimana dikutip oleh Mcmillan,terdapat 4 garis besar,yaitu:
1. Kategorisasi data yang terkumpul (Categorical aggregation).
2. Menafsirkan data secara lansung (direct interpretation).
3. Menggambarkan pola (drawing patterns).
1. Persiapan.
Didalam tahap persiapan ini, peneliti melakukan kegiatan:
a. nama dan kelengkapan identitas pengisi.
b. Pemeriksaan kelengkapan data, maksudnya memeriksa isi instrument pengumpulan data, termasuk pula kelengkapan lembaran instrument, barangkali ada yang terlepas ataupun sobek.
c. Memeriksa ragam isian data,maksudnya bila didalam instrument termuat satu item atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain yang tidak diinginkan oleh peneliti, sedangkan isian yang diharapkan itu merupakan variabel pokok, maka item perlu dibatalkan,didrop untuk kelanjutan analisis.
Beberapa kegiatan peneliti dalam tahap persiapan ini merupakan proses editing data yaitu usaha perbaikan kualitas data dan menghilangkan keraguan atas data, sehingga hanya tertinggal data yang terpakai.[13] Sedangkan tujuan dalam tahapan persiapan ini adalah merapikan data supaya bersih kemudian melanjutkan pengolahan data atau analisis.[14]Pada tahap awal ini pula, analisis data digunakan sebagai penentu dalam fokus penelitian. .[15]
2. Tabulasi.
Tabulasi adalah kegiatan menyajikan data dan menggambarkan jawaban responden dengan memakai tabel terutama dalam mengelola data yang mengarah pada analisis kuantitatif.[16]Adapun betuk tabel dalam proses tabulasi analisis adalah:
a. Tabel satu arah atau tunggal,yaitu tabel yang didalamya termuat satu variabel atau satu informasi saja,terutama guna memaparkan data.
Dilihat dari paparan bentuk tabel dapat diketahui bahwa tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif beberapa variabel yang diteliti.
a. Scoring, yaitu memberikan skor terhadap beberapa item yang perlu diberi skor.Misalnya: tes, angket bentuk pilihan ganda dan rating scale.
b. Koding, yaitu memberikan kode terhadap item-item yang tidak diberi skor.Contoh:
(a) Jenis kelamin:
Laki-laki diberi kode 1
Perempuan diberi kode 0
(b) Tingkat pendidikan:
Sekolah Menengah Pertama diberi kode 2
Sekolah Menengah Atas diberi kode 3
Perguruan Tinggi diberi kode 4
(c) Banyaknya penataran yang pernah diikuti dikelompokkan dan diberi kode atas:
Mengikuti lebih dari 10 kali, diberi kode 1
Mengikuti antara 1 s.d. 9 kali, diberi kode 2
Tak pernah mengikuti penataran diberi kode 0
c. Mengubah jenis data, disesuaikan atau dimodifikasikan dengan teknik analisis yang akan dipakai.
d. Memberikan kode (Koding) terhadap hubungan dalam menganalisis data yang akan memakai komputer.
Dalam hal pengolahan data, semua variabel diberi kode,kemudian dicoba penentuan tempatnya di dalam coding sheet (coding form), dalam kolom keberapa dan baris ke berapa,berlanjut sampai kepada petunjuk penempatan setiap variabel pada kartu kolom (punc cord).Misalnya adalah: pedoman pengkodean guna penelitian tentang buku catatan murid adalah sebagai berikut: : [19]
X1. Kepandaian Murid
Pandai 1.= nilai rata-rata(kolom 02)
Pandai 2.= nilai bahasa Indonesia(kolom 03)
Pandai 3.= frekuensi tidak naik kelas(kolom 04)
X2. Latar belakang orang tua
Pendidikan orang tua = pendidikan orang tua(kolom 06+07)
Pekerjaan orang tua = pekerjaan orang tua(kolom 07 +08)
Dukungan = pemberian buku segera(kolom 09)
X3. Kepedulian guru terhadap catatan
Kepedulian guru 1=kepedulian guru fisika(kolom 10a)
Kepedulian guru 2= kepedulian guru(kolom 10b)
Kepedulian guru 3= kepedulian guru(kolom 10c)
Kepedulian guru total= kepedulian guru total(kolom 10d)
X4. Kepedulian orang tua terhadap catatan
Peduli orang tua 1= Peduli orang tua fisik(kolom 11a)
Peduli orang tua 2= Peduli orang tua bahasa(kolom 11b)
Peduli orang tua 3= Peduli orang tua isi(kolom11c)
Peduli orang tua total= Peduli orang tua total(kolom 11d)
Y1. Kualitas fisik= Kualitas fisik (jumlah kolom 12,13,14,15,16,17
24,25,26)
Y2. Kualitas bahasa= Kualitas bahasa((jumlah kolom 18,19,20)
Y3. Kualitas isi= Kualitas isi((jumlah kolom 21,22,23)
Y4. Kualitas total= Kualitas catatan total(jumlah kolom 12 s.d.26)
3. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.
Maksudnya, beberapa rumus atau aturan-aturan yang diperoleh dalam pengolahan data,sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil.Sedangkan penerapan data dalam perhitungan adalah data yang disesuaikan dengan jenis data yakni diskrit, ordinal, interval, dan ratio.
Prosedur Analisis kualitatif Dan Analisis Kuantitatif Sesuai Dengan Jenis Data Yang Terkumpul
Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian.Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita ke arah temuan ilmiah, bila dianalisis dengan teknik-teknik yang tepat dan memakai pendekatan yang terorganisir hingga memperoleh hasil analisis yang baik dari beberapa data yang terkumpul sehingga bermanfaat dalam memecahkan masalah penelitian. [20]
Dalam rangka analisis data, keberadaan data itu sendiri perlu dipahami.Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu : 1. Data bermuatan kuantitatif dan 2.Data bermuatan kualitatif.
Secara umum, Data disebut kuantitatif jika berbentuk angka-angka(numerical) dan kalau tidak,maka disebut kualitatif. [21]
Keberadaan data bermuatan kuantitatif adalah data dalam bentuk angka-angka (kuantitas), atau data kualitatif yang diangkakan, scoring. Sedangkan data bermuatan kualitatif adalah data berbentuk kata,kalimat,bagan gambar dan foto.[22]
Dari penjelasan diatas,maka dapat kita ketahui bahwa Prosedur Analisis kualitatif Dan Analisis Kuantitatif Sesuai Dengan beberapa Jenis Data Yang Terkumpul.
Dalam proses analisis data kualitatif pada teorinya dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan.[23]Menurut Nasution sebagaimana dikutip oleh Sugiyono, bahwa analisis telah dimulai sejak perumusan dan penjelasan masalah, sebelum praktek dilapangan dan berlangsung secara kontinyu hingga waktu penulisan hasil penelitian.Analisis data menjadi pedoman bagi penelitian selanjutnya jika memungkinkan,teori yang grounded.[24]Analisis data kualitatif seringkali berlangsung selama proses pengumpulan data, daripada setelah selesai pengumpulan data.
Prosedur analisis data kualitatif menurut Janice McDurry (Colaborative Group Analysis of Data 1999) sebagaimana dikutip oleh Bungin adalah: [25]
1. Menelaah data lalu menandai beberapa kata kunci dan gagasan dalam data,
2. Mempelajari beberapa kata kunci dan berupaya menemukan tema,
3. Menuliskan model temuan,
4. Koding,memberi kode yang telah dilaksanakan.
Setelah data mentah(data yang belum diolah dan diberlakukan tanpa aturan tertentu[26]) terkumpul dari hasil pengumpulan data, maka perlu segera diolah oleh staf peneliti, khususnya oleh petugas pengolah data.Oleh karena itu, dalam referensi lain, analisis data sering disebut dengan pengolahan data [27], ada juga yang menyebut sebagai data preparation, dan data analisis.
Sedangkan Analisis Data dalam penelitian kuantitatifmerupakan kegiatan yang dilaksanakan setelah terkumpulnya data dari seluruh responden atau sumber data lain.Tahapan prosedur analisis data dalam penelitian kuantitatif adalah mengategorikankan data yang terkumpul berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan.Tahapan terakhir tidak dilakukan dalam penelitian yang tidak merumuskan hipotesis. [28]
Tahapan dari proses dalam analisis data kuantitatif yang berdasasarkan atas data perolehan dari pengumpulan data dalam penelitian, itu pada hakikatnya adalah untuk menguji kebenaran suatu hipotesis atau setidaknya dapat menjawab pertanyaan penelitian.Data hasil pengumpulan data itulah yang menjadi prinsip dalam analisis data dan bukanlah data yang diada–adakan / non real. [29]
Dapat diketahui dari paparan diatas tentang analisis data dalam penelitian kuantitatif, maka alat untuk mengolah datanya yaitu dengan menggunakan statistik sebagai alat analisis.Dalam Analisis Data Kuantitatif,Statistik yang digunakan menurut tujuan penelitian.
Statistik deskriptif sederhana ,yaitu menghitung frekwensi dan presentase yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, dalam analisis data dalam penelitian yang bertujuan memperoleh deskripsi.Bila tujuan penelitian memperoleh pengetahuan tentang kecenderungan yang menonjol pada sebuah frekuensi maka analisis data statistik yang digunakan adalah chi kuadrat.Sedangkan statistik yang dipakai adalah t Test, Anova(Analysis of Variance) dan Anacova (Analysisof Covariance) apabila tujuan penelitiannya adalah menguji kebenaran perbedaan dalam membandingkan dua hal atau dua nilai variabel.[30]
Dalam prosedur analisis data,perbedaan antara analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif dapat diketahui.Bila prosedur analisis data kualitatif biasanya mulai dilakukan sejak awal proses penelitian,maka prosedur analisis data kuantitatif dilaksanakan setelah proses pengumpulan data.
Cara mengoperasionalkan rumus-rumus statistik yang dipergunakan dalam analisis kuantitatif sesuai dengan data yang dikumpulkan
Dalam penelitian kuantitatif, statistik digunakan sebagai alat dalam proses Analisis data.[31]Peneliti yang menggunakan statistik diharuskan untuk lebih memperhatikan statistik daripada memanipulasi data.Hal itu dikarenakan dalam analisis data statistik mengarah kepada tujuan dasar analisis, diantaranya menguji perbedaan variabel. [32]
Menurut gambar diatas, dapat kita ketahui bahwa statistik yang digunakan untuk analisis data dalam pendidikan itu ada dua, yaitu statistik deskriptif(Descriptive Statistical Analysis) dan statistik inferensial (Inferential Statistical Analysis).[33]
Adapun statistik deskriptif adalah statistik yang dipakai untuk menganalisis data supaya mudah difahami dengan menguraikan sebuah paparan tentang keadaan, gejala dan persoalan. [34]Contoh: Data yang tercakup didalamnya pernyataan;Sebanyak 50% diantara siswa yang mendapat motivasi belajar dari orang tuanya mampu berprestasi lebih unggul.
Statistik Inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis satu data sampel, dan hasil penarikan kesimpulannya digeneralisasikan pada populasi guna memperkirakan suatu kejadian atau sebuah fenomena.[35] Contoh: Akibat dari malkas belajar dan kurangnya perhatian orang tua dalam memberi motivasi belajar para siswa,maka dipastikan 50% prestasi belajar para siswa menurun.
Adapun Statistik Inferensial meliputi statistik parametris dan statistik nonparametris.Statistik parametris digunakan guna menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel.Parameter populasi itu meliputi: rata-rata dengan notasi µ (mu), simpangan baku σ (sigma) dan tersebut dinamakan uji hipotesis statistic.Oleh karena itu penelitian yang berhipotesis statistic adalah penelitian yang menggunakan sampel.[36]
Sebagai contoh nilai suatu pelajaran 1000 siswa SD rata-ratanya 7,5. Selanjutnya misal dari 1000 orang itu diambil sampel 50 orang, dan nilai rata-rata dari sampel 50 mahasiswa itu 7,5.Hal ini berarti tidak ada perbedaan antara parameter (data populasi) dan statistik (data sampel).Hanya saja dalam kenyataannya nilai parameter jarang diketahui.Statistik non parameter tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi. [37]
Penggunaan kedua statistik tersebut, deskriptif dan inferensial dalam analisis data tergantung pada jenis data yang dianalisis.Dalam menganalisis data interval dan rasio, banyak menggunakan statistik parametris.Sedangkan statistik nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal. [38]
Menurut paparan diatas, jenis data yang dianalisis dengan statistik merupakan data menurut tingkat pengukurannya.[39]
1. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis deskriptif satu sampel(unisampel), jika datanya berbentuk nominal, maka teknik statistik yang digunakan:
a. Binominal
b. Chi kuadrat satu Sampel
2. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis deskriptif satu sampel jika datanya berbentuk ordinal, maka teknik statistic yang digunakan :
a. Run Test
3. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis deskriptif satu variabel (univariabel), jika datanya berbentuk interval atau ratio, maka yang digunakan adalah test satu sampel.
4. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif dua sampel yang berpasangan, jika datanya berbentuk nominal, maka teknik statistik yang digunakan adalah McNemar
5. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif dua sampel berpasangan jika datanya berbentuk ordinal, maka teknik statistik yang digunakan adalah:
a. Sign Test
b. Wilcoxon matched pairs
6. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif dua sampel berpasangan, jika datanya berbentuk interval atau ratio, maka t-test dua sampel digunakan.
7. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif dua sampel indepeden, jika datanya berbentuk nominal,maka teknik statistik yang digunakan adalah: a. Fisher exact probability dan b. Chi Kuadrat Dua sampel
8. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif dua sampel indepeden, jika datanya berbentuk ordinal, maka teknik statistik yang digunakan adalah:
a. Median Test
b. Mann-Whitney U Test
c. Kolmogorov Smirnov
d. Wald-Wolfowitz
9. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif dua sampel berpasangan, jika datanya berbentuk interval dan ratio, maka yang digunakan adalah t-test sampel berpasangan (related)
10. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif k sampel berpasangan, jika datanya berbentuk nominal, maka teknik statistik yang digunakan adalah : Chocran Q
11. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif k sampel berpasangan, bila datanya berbentuk ordinal, digunakan teknik statistik: Friedman Two-way Anova
12. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif sampel berpasangan, jika datanya berbentuk interval atau ratio, maka yang digunakan adalah analisis variasi satu jalan maupun dua jalan (One Way dan Two Way Anova)
13. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif k sampel independen, jika datanya berbentuk nominal, maka menggunakan teknik statistic Chi Kuadrat k sampel. [42]
15. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis komparatif k sampel independen, jika datanya berbentuk ordinal, maka menggunakan teknik statistik: a. Median Extension dan b. Kruskal-Wallis One Way Anova
16. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis asosiatif/hubungan (korelasi), jika datanya berbentuk nominal maka menggunakan teknik statistik Koefisien Kontingensi.
17. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis asosiatif/hubungan (korelasi), jika datanya berbentuk ordinal, maka digunakan teknik statistik: a. Korelasi Spearman Rank dan b. Korelasi Kendal Tau
18. Dalam analisis data guna pengujian hipotesis asosiatif/hubungan, jika datanya berbentuk interval atau ratio, maka statistk yang digunakan:
a. Korelasi Produk Moment: untuk menguji hipotesis hubungan antara satu variabel independen dengan satu dependen.
b. Korelasi ganda bila untuk menguji hipotesis tentang hubungan dua variabel indepeden atau lebih secara bersama-sama dengan satu variabel dependen.
c. Korelasi Parsial digunakan untuk menguji hipotesis hubungan antara dua variabel atau lebih jika terdapat variabel yang dikendalikan.
d. Analisis regresi digunakan untuk melakukan prediksi, bagaimana perubahan nilai variabel dependen jika nilai variabel independen dinaikkan atau diturunkan nilainya (dimanipulasi). [43]
Dari paparan diatas,secara signifikan adanya perbedaan data dan variabel.Data merupakan keterangan suatu hal atau suatu fakta,sedangkan variabel merupakan sesuatu yang mempunyai variasi.
Prosedur menarik kesimpulan dari penelitian non statistik penelitian statistik
Menarik kesimpulan merupakan suatu proses yang dilakukan setelah data dianalisis dan berdasarkan atas data penelitian yang diperoleh itu sendiri dan bukan keinginan peneliti.Dalam penelitian terdapat rumusan masalah yang harus dicari jawabannya melalui prosedur meneliti.oleh karena itu peniliti biasanya berusaha mencari jawaban sementara(hipotesis).Sedangkan hasil penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh itulah jawaban sebenarnya. [44]Dalam sebuah contoh:
1. Masalah :
a. Apakah sekolah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa dikota sama dengan siswa didaerah?
b. Apakah sekolah swasta dan sekolah negeri berperan sama dalam meningkatkan prestasi belajar siswa baik dikota maupun didesa?
2. Hipotesis:
a. Sekolah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa baik dikota maupun didesa.
b. Sekolah swasta dan sekolah negeri berperan sama dalam meningkatkan prestasi belajar siswa baik dikota maupun didesa.
3. Kesimpulan(salah satu kemungkinan)
a. Sekolah didesa tidak mampu meningkatkan meningkatkan prestasi belajar siswa sebesar kemampuan sekolah dikota.
b. Ada perbedaan yang signifikan antara sekolah swasta dan sekolah negeri dalam kemampuan meningkatkan prestasi belajar siswa baik dikota maupun didesa.
Sebagaimana dijelaskan bahwa penarikan kesimpulan diatas berdasarkan perolehan data, maka prosesnya sejalan dengan cara pengolahan data,yaitu cara non statistik dan cara statistik. [45]
Menarik kesimpulan dalam analisis data non statistik,mencari proporsi, prosentase dan rasio maka sesuai dengan masalah. [46]Sedangkan dalam analisis data statistik, menarik kesimpulan adalah menetapkan keputusan dalam menerima atau menolak hipotesis nol sesuai dengan kriteria pengujian. [47]Hasil penarikan kesimpulan statistik lebih signifikan berdasarkan uji sampel dan populasi. . [48]
[4] Ugi Suprayogi, Penelitian Tindakan Dalam Pendidikan Nonformal, (Jakarta: Raja Grafindo Persada 2012), 105.
[7] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualiatatif dan R&D). (Bandung: Alfabeta Bandung, 2013), 335.
[9] Sugiyono, Metode, 334.
[10] Moleong, Metodologi, 247.
[11] James H. McMillan, Educational Research: Fundamentals for the consumer, fifth edition (Pearson Education, 2011), 291.
[12] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 278.
[13] Nazir, Metode, 346.
[14] Arikunto, Prosedur, 279.
[15]Nusa Putradan santi Lisnawati , Penelitian Kualitratif Pendidikan Agama Islam ,(Bandung: Remaja Rosdakarya,2012), 29.
[17] Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik,(Jakarta: PT Bumi Aksara, 2004), 25.
[18] Arikunto, Prosedur, 279.
[20] Jane,Emily and Beth, PART 3: QUALITATIVE RESEACH, (New York: PALGRAVE MACMILLAN, 2007), 187
[24] Moh.Nazir, Metode Penelitian, (Bogor: GHALIA INDONESIA,2009), 346
[25] M.Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi Ekonomi,Kebijakan Publik, (Jakarta: Prenada Media Group
[29] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,20012), 288.
[31] M.Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif: Komunikasi Ekonomi,Kebijakan Publik, (Jakarta: Prenada Media Group
[32]Sukmadinata, Metode, 288.
[33]Yogesh Kumar Singh,Fundamental of Reseach Methodology,(new Delhi: New Age International Publishers, 2006), 224.
[34]Hasan, Analisis,2.
[35]Hasan, Analisis,2.
Komentar
Posting Komentar