KONSEP PERSYARATAN DAN PROSEDUR PENELITIAN
Pada dasarnya suatu penelitian merupakan obervasi yang mendalam tentang sebuah kenyataan-kenyataan yang didasarkan pada kaidah-kaidah umum yang memungkinkan untuk diteliti lagi pada masa akan datang, penelitian merupakan kegiatan yang teratur yang disandarkan pada suatu pengetahuan yang memungkinkan untuk sampai padanya, memeriksa keabsahannya dengan uji ilmiah. Penelitian bisa juga diartikan cara untuk studi, yang mana dengan cara tersebut memungkinkan untuk sampai kepada hal-hal yang rumit, penelitian dilakukan dengan cara general dan menyeluruh untuk mengumpulkan data-data dan dalil-dalil yang memungkinkan untuk ditinjau kembali.[3]
Di dalam penelitian harus terdapat metode, prosedur ilmiah dan proses logis ketat. Aturan dan kaidah tersebut harus dihormati, dipatuhi dan diikuti sehingga dapat mempersiapkan penelitian agar dapat mencapai hasil yang sukses dan efektif.[4]
Salah satu hal mendasar dalam penelitian adalah metodologi penelitian. C.R Khotari mengungkapkan bahwa metode penelitian mengacu pada perilaku dan instrumen yang digunakan dalam memilih dan membangun teknik penelitian. Sedangkan metodologi penelitian adalah secara sistematis untuk memecahkan masalah dalam sebuah penelitian. Dalam hal ini metodelogi dipahami sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana penelitian dilakukan secara ilmiah, dalam artian mempelajari berbagai cara langkah-langkah peneliti mempelajari masalah penelitian, hal ini dianggap perlu karena bagi seorang peneliti tidak hanya mengetahui teknik penelitian tertentu, tetapi juga mengetahui metode atau teknik yang relevan dalam sebuah penelitian.[5]
Bermula dari suatu masalah ilmiah menuntut adanya rumusan masalah, dari rumusan masalah ini tercermin tujuan penelitian. Tindakan selanjutnya adalah membuat perencanaan penelitian, perencanaan penelitian dibagi menjadi dua, yakni perencanaan secara luas diartikan seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan suatu penelitian. Sedangkan dalam arti sempit/khusus bearti prosedur pengumpulan data dan analisa data, maksudnya penguraian tentang metode pengumpulan data dan analisa data. Misalnya dipergunakan stratified random sampling sebagai metode pengumpulan data dan analisa korelasi, regresi, covariance, dan variance sebagai metode analisa data.[6]
Tiap penelitian harus direncanakan. Untuk itu diperlukan suatu desain penelitian. Desain penelitian merupakan rencana tentang mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis serta serasi dengan tujuan penelitian itu.
Secara lebih terperinci guna desain penelitian adalah :
a. Desain memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya[7]. Desain memuat perencanaan dan gambaran awal hingga akhir yang harus dipedomani oleh peneliti.
b. Desain itu juga menentukan batas-batas penelitian yang bertalian dengan tujuan penelitian. Bila tujuan tidak dirumuskan dengan jelas, maka penelitian itu seakan-akan tidak ada ujung pangkalnya. Dan selalu berhubungan erat dengan tujuan.
c. Desain penelitian selain memberi gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan juga memberi gambaran tentang macam-macam kesulitanyang akan dihadapi yang mungkin juga telah dihadapi oleh para peneliti lain. Dengan demikian lebih dahulu dapat kita pikirkan cara-cara mengatasinya.[8]
Desain penelitian diatas, adalah sebagai rujukan dasar peneliti guna merumuskan langkah penelitian, sehingga penelitian yang dilakukan sesuai kaidah ilmiah dan dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
1. KONSEP SYARAT PENELITIAN
Tanpa adanya penelitian, pengetahuan tidak akan bertambah maju. Padahal pengetahuan adalah dasar semua tindakan dan usaha. Jadi penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan, harus dibedakan agar meningkat pula pencapaian usaha-usaha manusia
Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu ; sistematis, berencana, dan mengikuti konsep ilmiah.
a. Sistematis, artinya dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
b. Berencana, artinya dilaksanakan dengan unsur dipikirkan langkah–langkah pelaksanaannya.
c. Mengikuti konsep ilmiah, artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
Apabila diterapkan dalam kegiatan penelitian maka urut-urutannya adalah sebagai berikut :
a. Penelitian diharapkan pada suatu kebutuhan atau tantangan. Ingat, John Dewey dalam reflective thinking menyebutkan the left need.
b. Merumuskan masalah, sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan alternatif cara untuk penyelesaian masalah.
c. Menempatkan hipotesis sebagai titik tolak mengadakan tindakan menentukan alternatif pemecahan yang dipilih.
d. Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis (collection of data as evidence)
e. Mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan kepada hipotesis yang sudah dirumuskan
f. Menentukan kemungkinan untuk mengadakan generalisasi dari kesimpulan tersebut serta implikasinya dimasa yang akan datang. [9]
Sebagaian ahli mengemukakan bahwa ada dua belas syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk menjadi peneliti, yaitu :
1. Intelegence, seorang peneliti harus cerdas dan pintar
2. Interest, punya perhatian dan keingintahuan. Biasanya spesifik dalam bidang yang lebih dikuasai
3. Imagination, peneliti harus mempunyai daya khayal
4. Initiative, berinisiatif atau mempunyai gagasan dan kemauan
5. Information, jangan bosan membaca pustaka untuk mengumpulkan informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan
6. Inventative, punya daya cipta
7. Industrious, giat dan berusaha serta tidak segan menggunakan dua tangan dan bagian tubuh lainnya
8. Intense observation, melakukan pengamatan secara intensif
9. Integrity, kejujuran mutlak diperlukan dan jangan membohongi diri sendiri
10. Infectious entusiasm, peneliti memiliki antusias yang meluap-luap
11. Indefagitable writer, penulis yang tidak mudah putus asa. Hasil penelitian baru menjadi ilmu pengetahuan jika hasil sudah dipublikasikan. Untuk mencapai ini diusahakan supaya semua penelitian yang dihasilkan ditulis dan dipublikasika secara luas.
12. Incentive, pahala, nikmat dan cintai hasil penelitian. Dari sana diperoleh intensif untuk memenuhi kebutuhan dan biaya penelitian yang lebih lanjut.[10]
Menurut hemat pemakalah adanya persyaratan seperti tersebut diatas, adalah menjadi kerangka dasar seseorang untuk menjadi peneliti, mengingat tindakan penelitian adalah suatu upaya serius, hati-hati, dan harus bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
2. KARAKTERISTIK PELAKSANAAN PENELITIAN
Secara umum terdapat dua metode dalam penelitian, yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Masing-masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan, namun keberadaanya saling melengkapi. Metode penelitian kuantitatif lebih cocok digunakan untuk meneliti bila permasalahan sudah jelas, datanya termatai dan terukur, peneliti bermaksud menguji hipotesis dan membuat generalisasi. Sedangkan metode penelitian kualitatif lebih cocok digunakan untuk meneliti bila permasalahan dalam situasi sosial masih remang-remang, kompleks, dinamis, peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara lebih mendalam, serta menemukan hipotesis atau teori.[11]
Selanjutnya untuk memahami secara lebih jelas dan rinci tentang metode kualitatif, maka perlu memahami perbedaan antar kedua metode tersebut. Perbedaan antara penelitian kualitatif dan kuantitatif meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentang aksioma (pandangan dasar), proses penelitian, dankarakteristik penelitian itu sendiri.[12]
Perbedaan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif juga dapat dilihat dari proses penelitian. Proses dalam metode penelitian kuantitatif bersifat linier dan kualitatif bersifat sirkuler.[13]
Setiap metode penelitian memiliki keunggulan dan kekurangan. Oleh karena itu metode kualitatif dan kuantitatif keberadaannya tidak perlu dipertentangkan karena keduanya justru saling melengkapi (complement each other). Metode penelitian kuantitatif cocok digunakan untuk penelitian yang masalahnya sudah jelas, dan umumnya dilakukan pada populasi yang luas sehingga hasil penelitian kurang mendalam. Sementara itu metode penelitian kualitatif cocok digunakan untuk meneliti dimana masalahnya belum jelas, dilakukan pada situasi sosial yang tidak luas, sehingga hasil penelitian lebih mendalam dan bermakna. Metode kuantitatif cocok untuk menguji hipotesis/teori sedangkan metode kualitatif cocok untuk menemukan hipotesis/teori.
Setiap calon peneliti harus sudah memahami karakteristik kedua metode tersebut, sehingga tahu pasti kapan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Jangan sampai menyatakan menggunakan metode kualitatif, karena tidak tahu atau takut dengan statistik. Padahal meneliti dengan metode kuantitatif yang benar, jauh lebih sulit daripada menggunakan metode kuantitatif.[14]
Para peneliti dapat memilih berjenis-jenis metode dalam melaksanakan penelitiannya. Sudah terang, metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus sesuai dengan metode penelitian yang dipilih.
3. LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN
Penelitian adalah suatu proses, yaitu suatu rangkaian langkah-langkah yang dilakukan secara terencana dan sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tertentu. Langkah-langkah yang dilakukan itu harus serasi dan saling mendukung satu sama lain, agar penelitian yang dilakukan itu mempunyai bobot yang cukup memadai dan memberikan kesimpulan-kesimpulan yang tidak meragukan.[15]
Dalam kerangka tersebut diatas penelitian harus berdasarkan prosedur yang harus dilakukan. Prosedur memberikan kepada peneliti urutan-urutan pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu penelitian. Teknik penelitian mengatakan alat-alat pengukur apa yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Sedangkan metode penelitian memandu si peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian dilakukan.
Memang dalam banyak hal, orang banyak mencampurbaurkan antara prosedur dengan metode penelitian, ataupun antara metode dengan teknik penelitian. Hal ini lumrah, karena dalam sekali kilas ketiga hal tersebut sukar dibedakan.Jika seseorang membicarakan metode penelitian, maka ia tidak terlepas dari membicarakan teknik dua prosedur penelitian. Akibatnya, peneliti dan ahli terdahulu mencampuradukan saja antara prosedur dan metode penelitian.[16] Dalam hal ini pemakalah sepakat adanya kesamaan terhadap istilah-istilah ini, sehingga memudahkan mendapatkan langkah yang operasional.
Penelitian ilmiah dapat kita lakukan dengan baik jika peneliti mengetahui berbagai unsur penting dalam suatu penelitian yaitu : (1). Konsep awal, (2). Konsep sederhana, (3). Istilah, (4). Definisi, (5). Pengertian, (6). Faktor, (7). Proposisi atau embrio teori, (8). Konsep lanjutan atau teori, (9). Hukum dan dalil, (10). Asumsi dasar atau postulat, (11). Evidensi atau bukti atau premis, (12). Hipotesis, (13). Definisi operasional, dan (14). Variabel.
Konsep awal adalah fakta yang diserap indrawi, direkam oleh otak untuk diungkapkan kebali. Konsep awal diabstraksikan dengan nama atau lambang yang disebut konsep sederhana. Nama dan lambang dipersepsi sama disebut istilah. Istilah yang dijelaskan secara khusus disebut definisi. Definisi dijelaskan secara khusus disebut pengertian.
Fakta yang mempengaruhi disebut faktor. Hubungan antara faktor dan konsep yang dapat dinilai benar atau salah disebut proposisi. Proposisi ini disebut juga sebagai embrio teori. Hubungan proposisi secara khusus atau konsep yang terkait sistematis dengan definisi dan proposisi sehingga dapat menjelaskan gejala disebut konsep lanjutan atau teori.Teori yang teruji dan bertahan disebut hukum atau dalil.
Fakta yang tidak perlu diuji kebenarannya disebut asumsi dasar atau pospulat. Rumusan proposisi untuk diuji secara empirik atau pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya secara empirik disebut hipotesis. Definisi operasional ialah petunjuk tentang bagaimana suatu variabel diukur. Variabel ialah sebuah konsep yang mempunyai variasi nilai.[17]
Langkah penelitian adalah serangkaian proses penelitian di mana peneliti dari awal yaitu merasa menghadapai masalah, berupaya untuk memecahkan masalah, memecahkan masalah sampai akhirnya mengambil keputusan yang berupa kesimpulan bagaimana hasil penelitiannya, dapat memecahkan masalah atau tidak.
Langkah-langkah penelitian memang harus serasi kait mengkait dan dukung mendukung satu sama lain sehingga merupakan jalinan yang urutan langkah yang sistematis, sehingga demikian diperoleh bobot hasil penelitian yang kwalifait.
Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut ;
1. Menemukan, memilih dan merumuskan masalah
2. Menyusun latar belakang teoritis
3. Menetapkan hipotesis (kalau perlu)
4. Menetapakan variabel
5. Memilih alat pengumpulan data
6. Menyusun rancangan penelitian
7. Menentukan sampel
8. Menyimpulkan dan menyajikan data
9. Mengolah dan menganalis data
10. Menginterprestasi hasil analisis dan mengambil kesimpulan
11. Menyusun laporan
12. Mengemukakan implikasi
Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang hubungan langkah-langkah yang mesti harus kait-mengakait di bawah ini akan dijelaskan satu persatu.[18] Dalam hal ini tentunya perlu kajian lebih lanjut dan pembahasan tersendiri.
Schluter (1926), memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian degan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-masalah yang ingin dipecahkan
3. Membangun sebuah bibliografi
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur penelitian.
6. Mengklarifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hubungannya dengan atau bukti, baik langsung maupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai pokok-pokok dasar masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang diperlukan tersedia atau tidak
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisis
12. Menganalisis data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi
13. Mengatur data untuk presentase dan penampilan
14. Menggunakan citasi, referensi, dan footnote (catatan kaki)
Dengan adanya perbedaan jumlah langkah tersebut diatas tidaklah menjadi perbedaan yang signifikan karena pada dasarnya perbedaan yang ada tetap merujuk kepada syarat dan kaidah penelitian ilmiah secara umum.
Dengan adanya langkah-langkah yang sisitematis seperti tersebut di atas, sehingga penelitian yang dilakukan benar-benar dalam prosedur dan langkah ilmiah yang digariskan dan pada akhirnya menghasilkan penemuan atau ilmu baru yang bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan.
1. Terdapat tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu ; sistematis, berencana, dan mengikuti konsep ilmiah.
Sistematis, artinya dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
Berencana, artinya dilaksanakan dengan unsur dipikirkan langkah–langkah pelaksanaannya.
Mengikuti konsep ilmiah, artinya mulai awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
2. Langkah penelitian adalah serangkaian proses penelitian di mana peneliti dari awal yaitu merasa menghadapai masalah, berupaya untuk memecahkan masalah, memecahkan masalah sampai akhirnya mengambil keputusan yang berupa kesimpulan bagaimana hasil penelitiannya, dapat memecahkan masalah atau tidak. Tujuan dari penetapan langkah-langkah ini adalah untuk menghasilkan penelitian yang berbobot dan dapat dipertanggung jawabkan.
3. Dengan adanya perbedaan jumlah langkah tersebut diatas tidaklah menjadi perbedaan yang signifikan karena pada dasarnya perbedaan yang ada tetap merujuk kepada syarat dan kaidah penelitian ilmiah secara umum.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. Suharsimi, Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktik”, Jakarta: Rineka Cipta, 2006
Cholid Nurbuko, dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, Jakarta, Bumi Aksara, 2009
Daniel. Moehar, Metode Penelitian Sosial Ekonomi, 35
Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: Bumi Aksara, 2003
J. Moleong. Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatif,Bandung: Remaja Rosdakarya, 1991
Khotari C. R., Researsch Methedologi, New Delhi, New Age International, 2004
Masayu Judir, Manhajiyah al-Bahtsi, Malakah Abyad t.k, tt., 32
Muhammad Salam Munasiyah, Amin. Qowaid al-Batshu al-Ilmii wa Munaahijihi, Jiddah, Maktabah Wathoniyah, 1995
Nasution. S., Metode Research , Jakarta: Bumi Aksara, 2003
Nazir. Moh., Metode Penelitian, Jakarta : Ghalia Indonesia, 2003
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2009
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung, Alfabeta, 2009
Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2003
Supranto. J., Metode Riset, Jakarta: Fak. Ekonomi Universitas Indonesia, 1974
Suryabrata. Sumadi, Metode Penelitian, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1998
[3] Amin Muhammad Salam Munasiyah, Qowaid al-Batshu al-Ilmii wa Munaahijihi, (Jiddah, Maktabah Wathoniyah, 1995), 17
[4] Masayu Judir, Manhajiyah al-Bahtsi, Malakah Abyad t.k, tt., 32
[5] C. R. Khotari, Researsch Methedologi, (New Delhi, New Age International, 2004), 7-8
[8] Ibid, 24
[9] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktik”, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 20.
[10] Moehar Daniel, Metode Penelitian Sosial Ekonomi, 35
[12] Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung, Alfabeta, 2009), 134
[13] Ibid, 13
[14] Ibid, 157
[15] Sumadi Suryabrata, Metode Penelitian, (Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 1998), 59
[17] Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), 7
[18] Cholid Nurbuko, dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, (Jakarta, Bumi Aksara, 2009), 57.
[19] Moh. Nazir, Metode Penelitian, 38
Komentar
Posting Komentar