MACAM-MACAM VARIABEL PENELITIAN

   A.    Macam-Macam Variabel Penelitian
Macam-Macam Variabel Penelitian bisa diklasifikasikan kedalam beberapa tinjauan.
   1.      Macam-Macam Variabel Penelitian yang Pertama adalah Variabel ditinjau dari data.
Variabel ditinjau dari wujud data yang akan diteliti terbagi atas dua klasifikasi. Yaitu: [1]
a.       Variabel kualitatif.
Variabel kualitatif adalah sebagimana diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto adalah sebagimana kemakmuran dan kepandaian. Maka bisa ditarik benang merah bahwa variabel kualitatif adalah segala sesuatu yang memuat tentang konsep sosial sebagaimana disebutkan diatas, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa konsep ilmu natura bisa digolongan menjadi variabel kualitatif. Sebagimana diungkapkan oleh Punaji Setyosari bahwa variabel kualitatif biasanya digunakan oleh peneliti kualitatif, meskipun dilain pihak peneliti kualitatif juga menggunakan variabel kuantitatif.[2] Secara garis besar, variabel kualitatif dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:

1)      Variabel kualitatif yang tidak bisa dikuantifikasikan. Yakni tidak bisa diwujudkan dalam bentuk angka.
2)      Variabel kualitatif yang bisa dikuantifikasikan. Yakni bisa diwijudkan dalam bentuk angka, seperti halnya melalui bentuk prosentase.
Nilai dalam suatu variabel kualitafi tidak bisa diungkapkan dalam bentuk angka sebagaimana biasanya, akan tetapi variabel kualitatif ini bisa diungkapakn melaluikategori-kategori tertentu.
Mely G. Tan[3]mengungkapkan tentang sifat-sifat kategori.[4]Yaitu ada dua:
1)      Exhaustive
Yakni beberapa unsur variabel harus bisa digolongkan kedalam satu kategori.
Menurut William Trochim, yang disebut dengan exhaustive adalah satu variabel harus mencakup beberapa kategori atau atribut. Sehingga respon yang diberikan juga bisa bervariasi.[5]
2)      Mutually exclusive
Yakni ketika sudah masuk pada satu kategori, maka unsur tersebut tidak bisa dimasukan kedalam kategori yang lain. Dengan kata lain responden tidak boleh memilih lebih dari satu kategori.
Contoh:
Status pernikahan
Ø  Menikah
Ø  Belum menikah
Ø  Cerai:
o   Janda
o   Duda
Kategori-kategori di atas adalah termasuk variabel kualitatif yang tidak bisa dikuantifikasikan. Kategori tersebut juga tergolong mutually exclusive, karena ketika seseorang sudah menikah, maka dia tidak bisa memilih kategori lainya. Selain itu, kategori di atas juga termasuk kedalam exhaustive, sebab unsur janda/duda digolongkan kedalam kategori cerai.[6]
Sifat-sifat kategori di atas tidak hanya berlaku pada varaibel kualitatif saja. Akan tetapi berlaku pada variabel secara keseluruhan.
b.      Variabel kuantitatif
Secara umum, kata variable selalu merujuk kepada variabel kuantitatif. Karena biasanya suatu variabel itu merujuk pada variasi yang berupa angka, yakni berupa konsep ilmu-ilmu natura. Sebagaimana contoh yang diberikan oleh Suharsimi Arikunto, yang temasuk kedalam macam variabel kuantitatif adalah luasnya kota, umur, banyaknya jam dalam satu hari.[7]
Penggunaan variabel kuantitatif pada dasarnya diperlukan untuk memperoleh relatif ketepatan atau lebih mendekati kepada eksak. Variabel kuantitatif yang berupa angka lebi mudah untuk diketahui dan dibandingkan, lebih-lebih jika data yang diperlukan sudah tersedia secara administratif.[8]Seperti: tingkat kedisiplinan siswa kelas 1 SMP berbeda antara laki-laki dan perempuan. Hal yang semacam ini lebih mudah untuk dikerjakan daripada variabel kualitatif, karena di sekolah SMP tersebut sudah ada data mengenai jumlah siswa laki-laki dan perempuan.
Variabel kuantitatif terbagi menjadi dua bagian. Yaitu:
1)      Variabel diskrit
Variabel diskrit umum disebut sebagai variabel nominal. Ciri utama variabel ini adalah tentang dua kutub, yaitu “ya” dan “tidak”. [9] Variabel ini bisa juga dikategorikan sebagai mutually exclusive, karena dalam kategorinya dipisahkan berdasarkan kelasnya.[10]Contohnya adalah “ya” untuk employment (pekerja) dan “tidak” untuk unemployment(pengangguran)
Jenis variabel ini juga tidak bisa di kategorikan dalam bentuk pecahan atau desimal di belakang angka. Seperti, jumlah pekerja di Kab. Jombang adalah 500,20 atau 50/15, yang benar adalah dalam bentuk nominal 500 atau 1500.
Variabel ini juga disebut sebagai variabel kategori. Jika hanya memiliki dua kategori saja, maka disebut sebagai variabel dikhotom. Misalnya kelulusan memiliki dua kategori, lulus dan tidak lulus. Akan tetapi ketika memiliki lebih dari dua kategori, maka disebut sebagai variabel politom. Seperti tingkat kecerdasan, sangat cerdas, agak cerdas, dan kurang cerdas.[11]
2)      Variabel kontinum
Variabel kontinum adalah variabel-variabel yang dihasilkan oleh hasil pengukuran atau perhitungan. Dalam hal ini tidak ada batasan nilai, dalam artian nilai-nilai tidak dibatasi oleh angka pecahan atau desimal di belakang koma dan sedekat apapun dua nilai dari suatu variabel, masih mungkin untuk dimasukkan nilai lain di antaranya.
Contohnya, umur seseorang dinyatakan dalam bentuk tahun atau bulan. Akan tetapi dalam umur bisa dispesifikasi ke dalam waktu yang lebih kecil lagi, yaitu hari dan jam.[12]
Variabel kontinum terbagi menjadi tiga klasifikasi yang lebih rinci, yaitu:
a)      Variabel ordinal
Variabel ordinal adalah variabel yang menunjukan tingkatan. Tingkatan ini bisa berupa pernyataan “lebih-kurang” atau bisa juga dalam bentuk peringkat. Prosedur statistik yang digunakan dalam variabe ordinal adalah dengan cara membandingkan dan mengurutkan.
Misalnya: nangka buah paling besar, jambu buah agak besar, anggur buah tidak besar.
b)      Variabel interval
Yaitu variabel yang menyatakan adanya jarak yang bisa diukur secara pasti. Contohnya: jarak antara Jombang-Pare adalah 25 km, sedangkan jarak antara Jombang-Mojokerto adalah 30 km,  maka selisih jarak antara Jombang-Pare dan Jombang-Mojokerto adalah 5 km.
c)      Variabel ratio
Variabel ratio bisa juga disebut sebagai variabel perbandingan dengan menggunakan “sekian kali”. Misalnya: dalam satu hari Ani menghabiskan waktu 8 jam untuk tidur dan 2 jam untuk belajar, maka waktu tidur Ani 4 kali lipat waktu belajarnya.
Jenis variabel ini jarang digunakan dalam suatu penelitian, terlebih-lebih pada penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial.[13]
    Baca Juga:

   2.      Variabel ditinjau dari fungsinya
Macam-Macam Variabel Penelitian dilihat dari aspek fungsinya terbagi menjadi 6 bagian [14]. Dalam buku lain disebutkan hanya ada empat klasifikasi [15], ada yang mengatakan ada lima klasifikasi [16]. Pada makalah ini pemakalah akan menyebutkan 6 klasifikasi, agar bisa diperoleh pengertian secara lebih perinci.
a)      Variabel terikat atau variabel tergantung (dependent variable)
Jenis variabel ini adalah disebut juga sebagai variabel yang diakibatkan atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat juga merupakan variabel utama dalam penelitian, karena variabel ini yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yang muncul, tidak muncul, atau berubah sesuai yang diperkenalkan oleh peneliti. Sebagaimana pernyataan John W.Creswell sebagaimana berikut: “Sometimes researchers call the dependent variable an outcome variable or a response variable because it is used to measure the effect of one or more independent variables.” [17]
Variabel terikat ini disebut dengan istilah outcome karena dalam keadaanya, varaibel ini selalu dipengaruhi oleh keadaaan variabel bebas. Yang mana jumlah variabel bebasnya bisa lebih dari satu, yang akan dibahas dalam makalah ini pada pembahasan selanjutnya.
Hal yang berbeda diungkapkan oleh F.N. Kerlinger dalam bukunya yang berjudul Behavioral Research yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto menyebutkan bahwa “it is possible, by definition, for a variable to have only one value. It is then called a constant. We deal almost exclusively with variables that have two or more values”.
Berdasarkan pendapat Kerlinger di atas bahwa variabel terikat bisa berjumlah lebih dari satu[18], dan ketika variabel terikatnya hanya satu, maka disebut dengan istilah konstan. Sebagaimana contoh berikut:
Pengaruh seringnya menonton program televisi yang memperlihatkan tindakan kekerasan fisik terhadap kepribadian anak.
Dari contoh di atas, varaibel terikatnya adalah kepribadian anak. Yang mana kepribadian anak mencakup kepribadian mudah tersinggung dan merasa paling kuat. Dalam hal ini merasa paling kuat bisa diaplikasikan dalam bentuk senang menjaili teman yang pendiam atau mengajak berkelahi anak yang usianya lebih dewasa. ini adalah Macam-Macam Variabel Penelitian pertama yang ditinjau dari fungsinya
b)      Variabel bebas (independent variable)
Macam-Macam Variabel Penelitian ditinjau dari fungsinya yang kedua adalah Variabel bebas disebut juga sebagai variabel stimulus atau masukan. Variabel bebas ini adalah variabel yang menyebabkan perubahan pada hasil dan  mempengaruhi keadaan variabel terikat,  pengaruh yang dihasilkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat bisa jadi bersifat positif dan negatif. Pengaruhnya dikatakan positif ketika variabel bebas mengalami peningkatan, maka variabel terikatnya juga mengalami peningkatan, begitu juga sebaliknya, sehingga bisa disimpulkan bahwa keduanya mempunyai hubungan searah. Dilain sisi pengaruhnya dikatakan negatif apabila disaat variabel bebas mengalami peningkatan, justru hal sebaliknya terjadi pada variabel terikatnya, yakni mengalami penurunan nilai, begitu juga sebaliknya. Sehingga bisa dikatakan bahwa hubunga antar keduanya adalah hubungan terbalik.[19]
Jumlah variabel bebas pada sebuah penelitian biasanya berjumlah satu. Akan tetapi umumnya dalam sebuah penelitian ilmiah, variabel bebas yang digunakan adalah lebih dari satu, karena seorang peneliti biasanya ingin menjawab permasalahan dengan jawaban yang selengkap-sengkapnya,[20]terlebih-lebih pada kasus yang mengungkapkan tentang pengaruh sesuatu.
  Cara untuk mengidentifikasi variabel bebas dan variabel terikat adalah dari sebuah judul penelitian. Terlebih lagi jika penelitian tersebut fokus membahas pada penelitian sebab-akibat (Causal Study), maka sangat mudah untuk menentukan variabel bebas dan variabel terikatnya. Umumnya, variabel bebas posisinya adalah sebelum variabel terikat, karena pergerakan variabel terikat sangat dipengaruhi oleh pergerakan variabel bebas.   
Contoh:
Ada seorang guru yang ingin meneliti tentang beberapa hal yang bisa mempengaruhi prestasi siswa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat prestasi siswa adalah kondisi lingkungan hidup (sosial) siswa, latar belakang ekonomi keluarga, dan tingkat religius siswa.
Dari contoh diatas, variabel terikatnya adalah prestasi siswa, dan variabe bebasnya adalah kehidupan sosial siswa, latar belakang ekonomi keluarga, dan tingkat religius siswa. Seperti digambarkan pada skema berikut yang diinpirasi dari buku karya Mustafa Edwin Nasution dan Hardius Usman :[21]
Macam-Macam Variabel Penelitian
Contoh Variabel Bebas

                                  <
Variabel bebas>                                                       <Varaibel terikat>
c.        Variabel intervening (variabel antara)
Varaibel intervening adalah sebuah variabel yang tujuanya adalah menghubungkankan atau sebagai mediasi pengaruh-pengaruh yang diberikan oleh variabel bebas pada variabel terikat, yang mana variabel intervening ini adalah variabel yang tidak pernah diamati, akan tetapi hanya disimpulkan berdasarkan hasil mediasi keduanya. ini termasuk Macam-Macam Variabel Penelitian  yang ketiga ditinjau dari fungsinya.   
Contoh:
Siswa yang cenderung lebih pasif dan kurang bersosialisasi (tertutup) pada lingkungan belajar di kelas prestasi yang dicapainya cenderung rendah dibanding siswa yang tingkat sosisalisasinya tinggi.
Variabel bebas dari contoh diatas adalah sikap siswa yang kurang sosialisasi. Dan variabel terikatnya adalah prestasi rendah. Dari dua veariabel tersebut ada sebuah variabel intervening, yaitu waktu yang digunakan belajar oleh siswa kurang. Sebagaimana tergambar dalam skema berikut:
Macam-Macam Variabel Penelitian
Contoh Variabel Antara


d.      Variabel moderator
Yang disebut dengan variabel moderator adalah suatu variabel yang ikut andil dalam mempengaruhi variabel terikat dan semakin memperjelas hubungan sebab-akibat pada variabel bebas dan variabel terikat.[22]
Menurut John W. Creswell[23]bahwa variabel moderator adalah variabel yang dikonstruksi oleh seorang peneliti. Tujuanya adalah agar pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas semakin jelas terhadap variabel terikat. Variabel moderator ini umumnya hanya digunakan pada penelitian experimen.
Perbedaan antara varaibel intervening dan variabel moderator adalah variabel intervening bersifat abstrak dan tidak bisa dimanipulasi oleh peneliti. Sebaliknya, variabel moderator bersifat konkret dan bisa dimanipulasi oleh peneliti.
Contoh:
Kecermatan membaca siswa perempuan lebih baik dari pada siswa laki-laki setelah mereka mendapat pembelajaran cara membaca cepat dan lambat.
Varaibel bebasnya adalah pembelajaran cara cepat dan lambat. Varaibel terikatnya adalah tingkat kecermatan. Sedangkan varaibel moderatornya adalah siswa perempuan dan laki-laki. Sebagaimana tergambar dalam diagram berikut:
Macam-Macam Variabel Penelitian
Contoh Variabel Moderator
 
e.       Variabel kendali atau varaibel kontrol
Variabel kendali merupakan variabel yang penting dalam penelitian kuantitatif. Variabel ini mempunyai tugas untuk memberikan kontrol agar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat bisa diidentifikasi. Bentuk variabel ini bisa berupa variabel demografis atau personal yang mana dampak variabel kontrol ini bisa berupa eliminasi (pembatasan), menyamakan kelompok, dan randomisasi (pengacakan). Munculnya variabel ini karena ditentukan sendiri oleh peneliti, yang mana variabel kontrol tidak mempengaruhi variabel utama yang diteliti. Variabel ini sering digunakan oleh peneliti bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan, melalui penelitian eksperimen.[24] 
Perbedaan variabel kontrol dan variabel moderator adalah variabel kontrol lebih diperhitungkan pengaruhnya (mempunyai pengaruh yang cukup besar), sedangkan variabel moderator pengaruhnya tidak terlalu besar, akan tetapi bisa dipertimbangkan keberadaanya dalam suatu penelitian.
Contohnya adalah strategi pembelajaran mempengaruhi tingkat kecerdasan siswa. Variabel bebasnya adalah strategi pembelajaran, variabel terikatnya adalah tingkat kecerdasan siswa, sedangkan variabel kontrolnya adalah usia siswa. Karena sebelum peneliti melakukan penelitian sebagaimana contoh di atas, peneliti terlebih dahulu harus menentukan kontrol usia atau kelas berapa yang akan menjadi obyek penelitian.
 
Macam-Macam Variabel Penelitian
Contoh Variabel Kendali

f.       Variabel rambang
Jenis variabel ini merupakan variabel yang pengaruhnya tidak terlalu penting dalam sebuah penelitian, karena pengaruhnya yang relatif tidak ada.[25] Pengaruhnya tidak tampak pada variabel bebas dan variabel terikat.
          Dari uraian tentang klasifikasi varabel diatas, bisa disimpulkan sebagaimana digambarkan oleh Jonathan Sarwono dalam skema berikut: [26]
 

Macam-Macam Variabel Penelitian
Contoh Variabel Rambang
           
 




Pada skema di atas, bisa diperoleh pemahaman bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat banyak dipengaruhi beberapa variabel lain. Variabel bebas sebelum memberikan pengaruh, perlu dipertegas dengan adanya variabel moderat yang semakin memperjelas pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel kontrol juga turut andil dalam proses ini, variabel kontrol memudahkan peneliti untuk mengidentifikasi pengaruh tersebut. Setelah variabel bebas, variabel moderat, dan variabel kontrol diformulasikan, peneliti juga perlu untuk menentukan variabel antara, yang tugasnya adalah memediasi antara variabel bebas dan variabel terikat.    



[1] Joko Subagyo, Metode Peneltian;Dalam Teori dan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), 95.
[2] Setyosari, Metode, 116.
[3] Sebagaimana yang ditulis oleh Koentjaraningrat dalam bukunya Metode-Metode Penelitian Masyarakat yang kemudian dikutip kembali oleh Subagyo, Metode,95.
[4]Istilah “kategori” disebut sebagai “atribut” dalam beberapa buku yang ditulis oleh beberapa ahli. Seperti William Trochim dan James. P. Donelly dalam bukunya The Research Method; Knowlegde Base dan James H.McMillan dalam bukunya Educational Research.
[5]William Trochim dan James. P. Donelly, The Research Method; Knowlegde Base, 8
[6] Subagyo, Metode,  97.
[7] Arikunto, Prosedur,97.
[8] Subagyo, Metode, 97.
[9] Arikunto, Prosedur, 97.
[10] Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 123.
[11] Nadzir, Metode, 124.
[12] Subagyo, Metode, 99.
[13] Narbuko dan Achmadi, Metodologi, 124.
[14] Ibid; 119.
[15]Mustafa Edwin Nasution dan Hardius Usman, Proses Penelitian Kuantitatif (Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI, 2007), 52.
[16] Setyosari, Metode, 109-113.
[17] John W.Creswell, Research Design; Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches
[18]Dalam pendapatnya, Kerlinger menggunakan istilah Value  untuk mengungkapkan variabel terikat 
[19] Nasution dan Usman, Proses, 55.
[20]Ibid; 56
[21]Nasution dan Usman, Proses, 56
[22] Narbuko dan Acmadi, Metodologi, 120.
[23] Dalam bukunya yang berjudul Research Design; Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches yang diterjemahkan oleh Achmad Fawaid, Research Design; Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), 77.
[24] Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2010), 52.
[25] Setyosari, Metode, 113.
[26]Jonathan Sarwono,  Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif  (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), 58.
Jonathan merujuk pada pendapat Tuckman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANGGAPAN DASAR DAN HIPOTESIS

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP STUDI QURAN

AL- JARH WA AT-TA’DIL (ADIL DAN CACAT PERAWI HADIST)