Metode Pendekatan Dalam Penelitian


Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian
Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian 
Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian merupakan cara memilih pendekatan yang cocok merupakan salah satu unsur yang penting dalam melakukan suatu penelitian. Sebelum menentukan pendekatan penelitian, maka terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian dari pendekatan itu sendiri.
Untuk menjelaskan arti dari pendekatan, ada baiknya “pendekatan” sebagai suatu kata penulis jelaskan terlebih dahulu berdasarkan kamus. Pendekatan merupakan kata benda yang berasal dari kata dekat, yang berarti proses, cara, atau perbuatan untuk mendekati. Sementara pendekatan penelitian yang dimaksud adalah usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, atau metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian.[1]
Sedangkan menurut Nyoman Kutha Ratna sebagaimana yang dikutip Andi Prastowo dalam bukunya Metode  Penelitian Kualitatif mengungkapkan bahwa terdapat tiga pengertian terkait tentang pendekatan penelitian, yaitu:
1.      Pendekatan merupakan cara mendekati suatu objek agar objek tersebut dapat diungkapkan sejelas mungkin.
2.      Pendekatan merupakan sifat suatu ilmu pengetahuan.
3.      Pendekatan merupakan cara-cara yang seolah-olah sudah relatif baku digunakan dalam berbagai disiplin ilmu.[2]
Masih menurut Andi Prastowo, mengemukakan istilah lain yang digunakan untuk menyebut Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian yaitu perspektif, titik pijak, dimensi ataupun “kaca mata” dalam istilah populernya.[3] Sedangkan dalam bahasa Inggris, kata pendekatan disinonimkan dengan approach.
Memilih pendekatan merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan dalam penelitian, lebih tepatnya ditempatkan setelah seorang peneliti menentukan dengan tegas variabel suatu penelitian. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto dalam bukunya Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan praktek, yang mengungkapkan antara penentuan variabel penelitian dan pemilihan pendekatan penelitian itu dilakukan secara maju-mundur, dalam arti bisa dibolak-balik.[4] Namun, Suharsimi lebih mendahulukan pendekatan penelitian dari pada penentuan variabel penelitian. Hal ini dikarenakan penentuan jenis pendekatan penelitian begitu penting dalam suatu penelitian, dan tidak bisa diabaikan begitu saja. (Baca juga: Anggapan Dasar dalam Sebuah Hipotesis)
Lebih lanjut menurut Ratna sebagaimana yang dikutip oleh Andi, menegaskan bahwa antara pendekatan penelitian dengan model analisis yang digunakan dalam penelitian mempunyai hubungan erat satu sama lainya. Secara praktis, pendekatan penelitian merupakan model analisis data.[5] lebih lanjut menurut Ratna, dalam menentukan pendekatan penelitian yang baik terdapat pertimbangan-pertimbangan yang dapat dijadikan pedoman, antara lain; sifat-sifat objek, tujuan dan kemungkinan perolehan data. Pada intinya pertimbangan tersebut mengacu pada keberhasilan dalam penyelesaian penelitian secara keseluruhan termasuk dana dan lain sebagainya hal ini ada dalam Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian.[6]

Jenis-jenis Pendekatan Penelitian
Menurut Burhan Bungin dalam bukunya Metodologi Penelitian Sosial¸ menggolongkan penelitian menurut pendekatannya dibedakan menjadi sepuluh macam penelitian, yaitu: penelitian Longitudinal, Cross-sectional, Kualitatif, Kuantitatif, Grounded, Survey, Studi Kasus, Assesment, Evaluasi dan penelitian Aksi.[7]
Sementara pendekatan penelitian pada umumnya dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian besar yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif menekankan pada penilaian numerik atas fenomena yang dipelajari. Sedangkan pendekatan kualitatif menekankan pada pembangunan naratif atau deskripsi tekstual atas fenomena yang diteliti. Penelitian kuantitatif pada dasarnya merupakan kebalikan dari penelitian kualitatif. Pengertian penelitian kuantitatif akan lebih mudah dipahami manakala seseorang peneliti telah memahami penelitian kualitatif, begitu pula sebaliknya. Di bawah ini akan penulis paparkan mengenai kedua penelitian tersebut: 
       1.      Pendekatan Kualitatif
Untuk lebih memahami Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian kualitatif atau biasa disebut penelitian kualitatif ada beberapa pendapat mengenai penelitian ini, sebagaimana dikemukakan oleh Jusuf Soewadji yang mengutip pendapat Strauss dan Corbin, pendekatan kualitatif merupakan penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan baru yang tidak didasarkan oleh statistik atau dari pengukuran (kuantifikasi).[8]
Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor mengartikan penelitian kualitatif sebagai suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif atau penggambaran baik berupa ucapan, tulisan maupun perilaku subyek yang diamati.[9] Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif ini diharapkan peneliti mampu menghasilkan deskripsi atau uraian yang mendalam berupa ucapan, tulisan, atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, maupun masyarakat atau organisasi tertentu dalam suatu tempat tertentu pula dengan mengkajinya dari sudut pandang yang utuh dan komprehensif. (Baca juga: Rumusan Masalah dalam Sebuah Penelitian)
Sejalan dengan definisi tersebut, Menurut Sugiyono, ada tiga istilah yang digunakan untuk menyebut pendekatan kualitatif, pertama; disebut sebagai metode penelitian naturalistik, hal ini dikarenakan penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natuaral setting); disebut juga sebagai metode penelitian etnoghrapi, karena metode penelitian ini banyak digunakan dalam bidang antropologi budaya; serta yang ketiga disebut juga penelitian kualitatif, hal ini dikarenakan data yang terkumpul beserta analisisnya lebih bersifat kualitatif.[10]
Newmann dan Benz dalam bukunya yang berjudul Qulitative-Qauntitatif Research Methodology seperti yang dikutip oleh Zaenal Arifin membagi jenis penelitian kualitatif menjadi sembilan macam penelitian, yaitu; penelitian etnografi, studi kasus, penelitian lapangan, Grounded Theory, penelitian dokumentasi, inkuiri alami, penelitian observasi, penelitian interview, dan penelitian deskriptif.[11]
Agar memperoleh gambaran tentang penelitian kualitatif, berikut ini penulis paparkan ciri-ciri pokok dari penelitian kualitatif sebagaimana yang dikemukakan oleh Biklen, Lincoln dan Guba seperti yang dikutip Moleong, Nana Sudjana dan Ibrahim, dan Sutopo, sebagai berikut:
1)      Lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung.
2)      Manusia merupakan alat (instrumen) utama dalam mengumpulkan data.
3)      Analisis data dilakukan secara induktif.
4)      Titik tekan dalam penelitian berada pada proses.
5)      Penelitian dibatasi berdasarkan fokus permaslahan.
6)      Perencanaan penelitian berifat lentur dan selalu terbuka.
7)      Hasil penelitian merupakan kesepakatan bersama.
8)      Pembentukan teori berasal dari dasar.
9)      Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif.
10)  Teknik pengambilan sampel cenderung bersifat purposif.
11)  Penelitian bersifat menyeluruh.
12)  Makna sebagai perhatian utama dalam penelitian.
13)  Proses penelitian berlangsung serempak dalam bentuk pengumpulan, pengolahan, dan penginterpretasian data.
14)  Penelitian kualitatif bersifat induktif, karena berangkat dari data yang bersifat individual atau khusus untuk merumuskan kesimpulan umum.[12]
Penelitian kualitatif sebagai suatu penelitian yang sering digunakan mempunyai beberapa kelebihan menurut pendapat Brannen dalam bukunya yang berjudul Memadu Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif sebagaimana yang dikutip oleh Zaenal mengemukakan empat macam kelebihan, yaitu:
a.       Hasil dari penelitian kualitatif dapat dijadikan hipotesis dalam penelitian kuantitatif.
b.      Sebagai penunjang untuk merintis penelitian-penelitian kuantitatif.
c.       Berguna untuk menggali data secara mendalam dan menyeluruh melalui wawancara dan pengamatan.
d.      Dapat mengungkap  gejala yang muncul secara alami.[13]
Sebagai contoh penelitian kualitatif yaitu penelitian tentang perkembangan mental anak usia pra-sekolah. Dalam penelitian ini peneliti tidak memanipulasi atau memberikan perlakuan terhadap subjek, tetapi melihat gejala atau fenomena yang muncul secara alami, tanpa harus dibuat-buat atau dimanipulasi. 

Baca Juga
Studi Pendahuluan Dalam Penelitian
         2.      Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif atau biasa disebut penelitian kuantitatif sebagaimana yang dikemukakan oleh Sukidin dan mundir, merupakan penelitian yang berupa angka-angka ataupun data non angka yang dikuantitatifkan (diangkakan), kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan rumus statistik tertentu, dan diinterpretasikan untuk menguji hipotesis yang telah disiapkan dengan tujuan untuk mencari sebab-akibat (kausalitas) sesuatu.[14]
Sedangkan menurut Soeyono dalam bukunya Jusuf Soewadji mengemukakan bahwa Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian  yang didasarkan pada perhitungan angka-angka menggunakan prosentase, rata-rata, Ci kuadrat, dan perhitungan statistik yang lain. Dengan istilah lain, penelitian kuantitatif  menitikberatkan pada perhitungan angka atau kuantitas.[15]
Secara umum, menurut Muhammad Idrus memaparkan ciri-ciri dari metode penelitian kuantitatif sebagai berikut:
a.       Usulan penelitian bersifat rinci, luas, banyak menggunakan literatur yang terkait dengan tema sebagai bahan pendukung.
b.      Penelitian diorientasikan untuk melihat hubungan antar variabel, menguji teori, dan mencari generalisasi bernilai prediktif.
c.       Desain penelitian secara spesifik, jelas, rinci dan ditentukan sejak awal.
d.      Menggunakan logika eksperimen.
e.       Mencari hukum universal yang dapat digeneralisaikan pada semua kasus.
f.       Data penelitian berupa angka-angka.
g.      Memerlukan subyek penelitian yang banyak.
h.      Menggunakan alat pengumpul data berupa angket, tes, wawancara, check list.
i.        Netralitas dalam pelaksanaan penelitian.
j.        Ada intervensi terhadap subjek.
k.      Menguji hipotesis.
l.        Generaisasi berdasalkan sampel.
m.    Interaksi peneliti dan subjek penelitian jauh.
n.      Analisis data setelah semua data terkumpul.
o.      Kebenaran bersifat etik.[16]
Beberapa kelebihan penelitian kuantitatif  menurut Brannen sebagaimana yang dikutip oleh Zaenal Arifin, antara lain:
1)      Penelitian kuantitatif menghasilkan data-data yang terukur dan dapat mengkontekstualisasikan studi-studi dalam skala kecil.
2)      Dapat diginakan untuk menguji hipotesis yang dihasilkan oleh survei-survei kualitatif.
3)      Dapat memberikan landasan-landasan bagi sampel kasus-kasus dan kelompok-kelompok pembanding yang membentuk studi intensif.
4)      Hasil penelitian kuantitatif dapat digeneralisasikan pada seluruh anggota populasi.[17]

   3.      Perbandingan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif
 Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif jika dilihat dari aplikasinya sebagaimana yang dipaparkan oleh Muhammad Idrus adalah sebagai berikut:[18]

Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian

No
Aspek
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitatif
1
Masalah
Menekankan pada beberapa varibel
Menekankan pada banyak aspek dari satu varibel
2
Tujuan
Menguji teori
Menggembangkan kepekaan konsep dan penggambaran realitas yang tidak tunggal
3
Pola pikir
Ada masalah → berteori→
berhipotesis→ke lapangan→menguji hipotesis→teori bersifat top down
Ke lapangan→ menemukan data → data dicocokkan dengan teori→ teori bersifat bottom up
4
Responden
Banyak diambil secara random
Jumlah sedikit
5
Objek
Perilaku manusia dan fenomena alam
Perilaku manusia, proses kerja
6
Desain
Survei, studi kasus, eksperimen
Studi kasus
7
Sampel
Besar, memiliki kelompok kontrol yang dipilih secara random
Kecil, dan tidak representatif dengan tujuan tertentu
8
Metode pengumpulan data
Angket, wawancara, observasi
Lebih menekankan pada observasi dan wawancara
9
Bentuk data
Berupa angka atau data kualitatif yang diangkakan
Kata-kata, kalimat, gambar, perilaku, replika, manuskrip
10
Sifatnya
Deskriptif, komparatif, asosiatif
Deskriptif
11
Analisis
Menjawab masalah dan menguji hipotesis
Tidak menguji hipotesis, tetapi menjawab masalah
12
Hasil penelitian
Generalisasi
Lebih menekankan pada makna
13
Kebenaran
Etik
Emik
14
Hubungan dengan responden
Jauh dari data yang diteliti, peneliti mengambil jarak dengan responden yang ditelitinya
Sangat dekat dengan data yang diambil, peneliti mengikuti aktivitas keseharin informan
15
Asumsi
Realitas bersifat statis
Realitas bersifat dinamis

Perbedaan mendasar dari metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk angka.
Menurut Sukidin, yang membedakan antara objek penelitian kuantitatif dan kualitatif terletak pada variabel penelitiannya, penelitian kuantitatif mengkaji lebih dari satu variabel, sedangkan penelitian kualitatif biasanya hanya untuk mengkaji satu variabel saja atau dalam istilah lainnya biasa disebut fokus masalah.[19]
Lebih lanjut menurut Sukidin, data dalam penelitian kualitatif dapat berbentuk gejala yang sedang berlangsung. Data tersebut baik yang berbentuk kata atau tindakan, sering digunakan untuk menghasilkan teori baru, atau biasa disebut generating theory. Oleh karena itu, analisis isi pada penelitian kualitatif lebih penting dari pada simbol atau atribut seperti pada penelitian kuantitatif. Sementara penelitian kuantitatif memerlukakan ketajaman analisis, objektifitas dan sistematik sehingga dalam penarikan kesimpulannya dapat ditemukan interpretasi yang tepat.[20]
Sebenarnya masih banyak sisi yang berbeda antara dua Metode Pendekatan Dalam Sebuah Penelitian di atas, namun dalam makalah ini penulis anggap cukup mewakili hal-hal yang bersifat esensial. Meski demikian, menurut Muhammad Idrus rasanya tidak adil jika hanya membandingkan letak perbedaan di antara kedua metode penelitian di atas. Padahal ada beberapa sisi yang sama-sama dimiliki oleh kedua pendekatan penelitian tersebut, yaitu:
a.       Pada tahap awal, kedua penelitian ini meneliti satu tema yang bersifat umum.
b.      Sama-sama membuat pertanyaan-pertanyaan yang dimaksudkan untuk studi pendahuluan.
c.       Dalam proses awal penelitian, untuk mengumpulkan data terkadang digunakan metode yang sama seperti observasi, wawancara dan dokumentasi.
d.      Kebenaran data yang diperoleh diperiksa dan dianalisis dengan caranya masing-masing.
e.       Setelah data diperoleh maka dibuatlah laporan hasil penelitian yang telah dilakukan.[21]

 Penentuan Penelitian
Menentukan jenis penelitian sebelum terjun ke lapangan adalah sangat signifikan, sebab jenis penelitian ibarat sebuah payung yang akan digunakan sebagai dasar utama dalam melakukan penelitian. Oleh karena itu, penentuan jenis penelitian harus didasarkan pada pilihan yang tepat karena akan berimplikasi pada keseluruhan perjalanan sebuah penelitian.
Para peneliti dapat memilih berbagai jenis metode dalam melaksanakan penelitiannya. Karena metode yang dipilih berhubungan erat dengan prosedur, alat, serta desain penelitian yang digunakan. Desain penelitian harus sesuai dengan metode penelitian yang dipilih. Prosedur serta alat yang digunakan harus sesuai dengan metode penelitian yang digunakan.
Oleh karena itu, M. Nazir mengungkapkan ada tiga pertanyaan pokok yang mendasari seorang peneliti sebelum melaksanakan penelitian sebagai berikut:
1.      Urutan kerja apakah yang harus dilakukan dalam melaksanakan penelitian?
2.      Alat-alat apa yang digunakan dalam mengukur ataupun dalam mengumpulkan data?
3.      Bagaimana melakukan penelitian tersebut?[22]
Dari ketiga pertanyaan di atas nantinya akan memberikan gambaran mengenai urutan-urutan pekerjaan yang harus dilakukan dalam suatu penelitian. Teknik penelitian digunakan untuk menentukan alat-alat pengukur apa yang diperlukan dalam melaksanakan suatu penelitian. Sedangkan metode penelitian akan memandu seorang peneliti tentang urut-urutan bagaimana penelitian dilakukan.
Sedangkan menurut Toha Anggoro, juga mengemukakan tiga pertanyaan untuk menentukan jenis pendekatan dan teknik yang akan digunakan dalam penelitian yaitu:
  a.       Informasi apa yang akan dikumpulkan?
  b.      Dari siapa informasi itu akan dikumpulkan?
  c.       Dan bagaimana mengumpulkannya?
Antara metode kuantitatif dan kualitatif tidak perlu dipertentangkan, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sementara ruang lingkup metode penelitian kualitatif pada penerapannya cocok digunakan untuk meneliti hal-hal sebagai berikut:
  1.      Meneliti masalah yang belum jelas.
  2.      Memahami makna di balik data yang tampak.
  3.      Memahami interaksi sosial.
  4.      Memahami perasaan orang.
  5.      Mengembangkan teori.
  6.      Memastikan kebenaran data.
  7.      Meneliti sejarah perkembangan.[23]
Dari hal-hal tersebut di atas jika ingin diteliti oleh seorang peneliti maka pendekatan yang lebih cocok adalah pendekatan penelitian kualitatif. Sebagaimana ciri-ciri yang telah dipaparkan di depan. Karena penelitian kualitatif berangkat dari penemuan-penemuan di lapangan. Hal ini berbeda dengan prosedur yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif. Peneliti terlebih dahulu harus membuat rancangan penelitian yang isinya harus menetapkan hal-hal sebagai berikut sebagaimana yang dikemukakan oleh Nurul Zuriah:
   a.       Masalah penelitian dan variabel yang akan diteliti.
   b.      Membuat hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari teori yang mapan.
   c.       Menetapkan metode dan instrumen penelitian.
  d.      Menentukan sampel penelitian.
   e.       Menentukan teknik analisis data dengan statistik.[24]






[1] Departemen Pendidikan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ketiga (Jakarta: Balai Pustaka, 2000), 245.
[2] Andi Prastowo, Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2001), 180.
[3] Ibid., 181-182.
[4] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian; Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), 82.
[5] Prastowo, Metode Penelitian, 180.
[6] Ibid., 182.
[7] Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial: Format-format Kuantitatif dan kualitatif (Surabaya: Airlangga University Press, 2001), 28-31.
[8] Jusuf Soewadji, Pengantar Metodologi Penelitian (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2012), 51.
[9] Ibid., 52.
[10] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: CV. Alfabeta, 2008), 1.
[11] Zaenal Arifin, Metodologi Penelitian Pendidikan; Filosofi, Teori dan Aplikasinya (Surabaya: Lentera Cendekia, 2010), 20.
[12] Sukidin dan Mundir, Metode Penelitian; Membimbing dan Mengantar Anda dalam Dunia Penelitian (Surabaya: Insan Cendekia, 2005), 25-29.
[13]Zaenal, Metodologi Penelitian, 20.
[14] Sukidin, Metode, 23
[15] Jusuf, Pengantar Metodologi, 50.
[16] Muhammad Idrus, Metode Penelitian Ilmu Sosial (Jakarta: Penerbit Erlangga, 2009), 29-32.
[17] Zaenal, Metodologi, 20-21.
[18] Ibid, 22-23
[19] Sukidin, Metode, 24.
[20] Ibid., 24.
[21] Ibid., 23.
[22] Moh. Nazir, Metode Penelitian (Bandung: Ghalia Indonesia, 2009), 44.
[23] Sugiyono, Memahami Penelitian, 22-23
[24] Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), 96.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANGGAPAN DASAR DAN HIPOTESIS

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP STUDI QURAN

AL- JARH WA AT-TA’DIL (ADIL DAN CACAT PERAWI HADIST)