Pengertian dan Jenis Variabel Penelitian
A. Pengertian Variabel dan Data
Variabel Penelitian, Saat kita berbicara penelitian maka tak bisa lepas dengan istilah Variabel, karena variable itulah yang menjadi fokus kita melakukan penelitian, sehingga jika ada yang bertanya “anda sedang meneliti apa..?” missal anda menjawab “tentang kualitas pendidikan” maka jawaban itu adalah variable[1]. Cholid Nurbuko dan Abu Achmadi dalam bukunya metodologi penelitian pengertian Variabel menurut Y.W. Best adalah kondisi-kondisi yang dimanipulasi, dikontrol, atau diobservasi dalam suatu penelitian[2], disebutkan juga oleh Sutrisno Hadi menjelaskan dalam buku Statistika untuk Penelitian yang ditulis Sugiono, Variable diartika juga sebagai hal yang bervariasi. Tak lepas dari itu dalam pikiran global semua yang ada di bumi ini adalah berbeda meski kadang harus mirip, contohnya jenis kelamin perempuan, perempuanpun banyak variasinya ada yang berjalannya lambat dan cepat, ada yang suka rambut panjang dan ada yang suka berrambut pendek, semua itu dapat kita jadikan obyek penelitian. Maka menurut pikiran nakal penulis semua bisa dijadikan Variabel (bahan dasar penelitian) tergantung fokus kita diarah apa nantinya akan di bantu kejelasanya dengan hipotesis[3], atau saat kita melihat apapun berarti bisa jadi kita melihat Variabel[4].
Dari devinisi-devinisi di atas maka dapat disimpulkan Variabel adalah atribut, sifat, obyek atau program yang mempunyai Variasi tertentu yang diteliti, dipelajari untuk disimpulkan[5].
Setelah ditemukan Variabel, tentunya langkah selanjutnya yaitu menentukan sumber data[6], yakni dengan melihat Variabel untuk menentukan dari mana data akan dapat diperoleh[7], sebelum itu yang perlu dipahami terlebih dahulu adalah pengertian data itu sendiri, disebutkan data adalah hasil pencatatan peneliti, baik berupa fakta maupun angka, jadi data bisa diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, juga dokumentasi[8], data juga digunakan sebagai pengujian Hipotesis maka mutlak data yang dikumpulkan harus valid, dan kevalidan data juga bisa dipengaruhi dengan metode dan alat untuk mengumpulkan data itu sendiri, misalnya dalam masalah psikologis maka lebih valid jika yang mengambil data adalah peneliti itu sendiri dengan modal keterampilan yang lebih dalam menggalinya[9].
Ditinjau dari segi sifat intrinsiknya variable mempunyai sifat statis dan dinamis.
- Variabel Statis adalah variable yang tidak dapat dimanipulasikan atau dirubah keberadaanyan[10] misalnya jenis kelamin, tempat tinggal, luas wilayah, dan lain-lain, variable ini disebut juga Variabel Atribut misalnya membahas jenis kelamin, maka jenis kelamin mempunyai pembagian lagi yaitu laki-laki dan perempuan, laki-laki dan perempuan tersebut dinamakan atribut[11].
- Variabel Dinamis, yaitu Variabel Aktif [12]atau variable yang dapat di manipulasi/ dapat diubah keberadaannya oleh peneliti, bisa peningkatan atau penurunan.
Contoh: Kedisiplinan, motivasi kepedulian, cara menghukum mahasiswa, metode mengajar dan lain-lain.
Baca juga:
Instrumen Pengumpulan data penelitian
Macam-Macam Variabel Penelitian
Metode Pendekatan dalam Penelitian
Pengertian Data Penelitian
B. Jenis-Jenis
Saat dilihat dari segi jenisnya Variabel mengikuti model penelitiannya apakah kuantitatif atau kualitatif, maka variable dapat dibedakan menjadi 2 sesuai jenis penelitiannya tersebut yakni Kualitatif dan Kuantitatif, penelitian Kuantitatif sering dicontohkan dengan kuantitas, misalnya Luas kota, umur, sedangkan dalam penelitian kualitatif lebih menekankan dengan aspek nilai isi atau kualitas misalnya kemakmuran dan kepandaian.
Dalam pembahasan variabel kuantitatif, maka dapat dibagi menjadi 2 yaitu variabel dikrit dan Kontinum.
a. Variabel Diskritdisebut juga Variabel Katagorik[13]atau Variabel Nominal, yaitu Variabel yang saling pisah atara katagori satu dengan lainya[14], atau hanya dikatagorikan dengan 2 hal yang belawanan, misalnya “ya” dan “tidak”, “lulus”-“tidak lulus”, atas-bawah, dengan namanyan “Nominal” maka angka-angka akan muncul untuk menghitung banyaknya pria, banyaknya yang lulus dan sebagainya, sehingga angka-angka tersebut dinyatakan sebagai frekuensi.
b. Variabel Kontinum, menurut datanya Variabel kontinum diklasifikasikan menjadi 3 variabel kecil yaitu:
1. Variabel Ordinal,
yaitu variabel yang cara membedakannya dengan menggunakan tingkatan-tingkatan, misalnya panjang, kurang panjang, pendek, untuk memudahkan variabel ini bisa disebut variabel “lebih-kurang” dikarenakan kelebihan atau kekurangannya yang digunakan untuk memisahkan satu dengan yang lain.
Contoh: Mariyati tidak mahir, Siti mahir, Sueb paling mahir.
2. Variabel Interval
variabel yang cara membedakannya dengan adanya jarak yang dapat diketahui secara jelas dan pasti. misalnya ukuran suhu udara di luar adalah 40oC. Suhu tubuh manusia 37oC. Maka selisih suhu adalah 3oC, dari contoh tersbut selisih dapat diketahui dengan pasti, contoh lain lebih mudah jika memakai jarak antar kota. Jika kita melihat Variabel Ordinal jarak kepandaian antara mariyati dan siti tidak dapat diukur dengan pasti.
3. Variabel Ratio.
Dari namanya kita sudah bisa berfikir tentang perbandingan, karena membandingkan juga kuantitatif, maka Variabel ini dalam objek pembahasannya memiliki kesamaan, atau membandingkan hal yang sama dengan “sekian kali atau lipat-lipat.
Variabel kontinum juga bisa dijadikan variabel diskrit dengan mengklasifikasikannya menjadi “ya” dan “tidak”.
Ditinjau dari segi hubungannya, paling dasar Variabel dibedakan menjadi dua yaitu variabel Independen atau variabel bebas dan variabel Dependen atau terikat[15], yang mana variabel bebas akan mempengarui perunbahan variabel terikat[16],
contoh : Pengaruh pengangguran suami di dalam rumah terhadap potensi seringnya kehamilan Istri[17]. Maka pengangguran suami disebut Variabel Independen atau variabel bebas karena bisa mempengaruhi seringnya kehamilan sang istri.
Melihat gambar di atas bahasa gamblangnya gara-gara suami sering menganggur di rumah maka istri sering hamil.
Selain variabel Independen dan dependen dalam hubungannya variabel juga memiliki sifat Moderator, Intervening, dan Variabel Kontrol.
a. Variabel Moderator
Variabel Moderator yaitu variabel yang pengaruhnya bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel independen dan dependen, namun tidak memberikan mempengaruh utama kepada variable dependen[18]. Dari sifatnya yang tidak terpengaruh, Variabel moderator sering disebut juga dengan Variabel Independen ke dua[19].
![]() |
| Gambar 2: contoh hubungan Variabel Independen-Moderator-Dependen |
Contoh di atas berkata dari Ekstrakurikuler Kaagamaan serta didukung dari minat bakat siswa sehingga madrasah bisa berkembang artinya bakat minat siswa memperkuat perkembangan madrasah.
b. Variabel Intervening
Variable Intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan Variabel Independen dan Dependen namun sebatas nilai atau sifat intrinsic sehingga tidak dapat diamati atau diukur.[20]Variable ini tidak langsung mempengaruhi berubahnya variable dependeniabel, yang mempengaruhi utama adalah variabel Independen variable Intervening hanya sebagai penyela antara variable Independen dan dependen. Perhatikan gambar berikut.
![]() |
| Gambar 3 : contoh Variabel Independen- Variabel Kontrol- Variabel Intervening- Variabel Dependen. |
Contoh di atas menyebutkan adanya kepercayaan masyarakat yang ikut mempengaruhi perkembangan madrasah, namun kepercayaan masyarakat tersebut tidak bisa diukur dengan jelas, karena sifatnya adalah nilai atau sifat yang timbul dari masyarakat itu sendiri.
c. Variabel Kontrol,
yaitu variabel pengendali atau mengendalikan[21]hubungan antara Variabel Independen dengan Dependen agar tidak terpengaruh oleh Faktor luar[22].
Contoh: Pengaruh Ekstrakurikuler Kaagamaan sebagai pembinaan minat bakat siswa terhadap perkembangan Madrasah Aliayah Darul Ulum Karangpandan.
Contoh di atas variable kendalinya adalah Madrasah Aliayah Darul Ulum Karangpandan, jadi yang dibahas hanya perkembangan Madrasah Aliyah Darul Ulum yang tempatnya di karangpandan.
- Variabel Rambang
Variable ini berlainan dengan variabel bebas, yang mana variable bebas fungsinya sangat diperhatikan dalam penelitian. Variabel rambang yaitu variabel yang fungsinya dapat diabaikan atau pengaruhnya hampir tidak diperhatikan terhadap variabel bebas maupun tergantung.
Setelah kita mengambil variable demi vokus penelitian, maka kita harus mengetahui bagaimana hubungan satu variable dengan variable lain atau mengetahui bagaimana hubungan variabel-variabel itu berfungsi yang selanjutnya hal semacam ini disebut Paradigma[23], lebih jelasnya coba kita perhatikan pengertian-pengertian paradigma.
Paradigma Penelitia dapat diartikan dengan Pola Pikir yang menunjukkan hubungan antara Variabel Independen dan Dependen yang akan diteliti, yang nantinya akan menjadi rumusan masalah yang aharus di jawab oleh sang peneliti[24].
1. Paradigma Sederhana
Paradigma sederhana yaitu yang menghubungkan dengan satu varabel independen langsung pada variabel Dependen.
Contoh: Kualitas Guru terhadap Kualitas lulusan.
Dari paradigma di atas makan dapat menentukan:
a. Jumlah Rumusan masalah dan hubungannya.
1). Gambaran rumausan masalah atau masaha deskriptif yaitu:
a). Bagaimana Kualita Guru ( X )
b). Bagaimana Kualitas Lulusan ( Y )
2). Hubungan Rumusan Masalah/ Rumusan Masalah Asosiatif
a). Bagaimana hubungan atau pengaruh kualitas Guru terhadap Kualitas Lulusan.
b. teori yang digunakan ada dua yaitu media pendidikan dan pengukuran kualitas Lulusan.
c. adanya hipotesis jika kualitas pendidikan khususnya guru di tingkatkan, maka kualitas lulusan akan meningkat.
d. teknik analisi data
Jika telah ditemukan rumusan masalah dan hipotesis seperti diatas, maka dapat ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis serta analisis data.
1). pengujian hipotesis menggunakan t-test One Sampel[25].Jika datanya berbentuk interval dan Ratio.
2). pengujian hipotesis menggunakan teknik Statistik Korelasi Produk Moment. Untuk hipotesis asosiatif.
2. Paradigma sederhana berurutan
![]() |
| Gambar 4: Contoh gambar paradigm sederhana berururtan. |
X1: Kualitas Input
X2:Kualitas Proses
X3: Kualitas Output
Y : Kualitas outcome
Contoh di atas menunjukkan hubungan antara variabel independen dengan dependen secara berurutan namun masih dalam rana sederhana.
Untuk mencari hubungan variabel antara variabel ( X1 dengan X2, X2 dengan X3, X3 dengan Y) naik turun kualitas Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y ata X3. Dengan persamaan Y= a + bX3. maka dari contoh diatas dapat ditemukan Rumusan Masalah deskriptif dan Asosiatif.
3. Paradigma ganda dengan dua variabelIndependen
Dalam paradigma ini, Variabel Penelitian terdapat dua veriabel yakni independen dan satu dependen. dalam Variabel ini memiliki tiga rumasan masalah dan 4 rumusan masalah asosiatif. Atau 3 korelasi sederhana yaitu bagaimana hubungan X1 dengan Y, X2 dengan Y serta X1 dengan X2, dengan Y. selain itu 1 korelasi ganda hubungannya X1 dengan X2 dengan Y, coba perhatikan gambar di bawah ini:
Variabel Penelitian
![]() |
Gambar 5: Paradigma ganda dengan dua variabel Independen |
X1 : Kualitas Guru
X2 : Lingkungan Sekolah
Y : Prestasi Belajar Siswa
Dari gambar di atas untuk mencari hubungan antara Variabel X1 dengan Y, dan X2 dengan Y menggunakan teknik korelasi sederhana[26], yaitu mencari hubungan terlebih dahulu hubungan antara Variabel X1 dengan Y, dan X2 dengan Y. Untuk mencari hubungan hubungan antara Variabel X1 dengan X2 secara bersamaan terhadap Y, maka mencari hubungan terlebih dahulu hubungan antara Variabel X1 dengan X2 dihubungkan dengan pengaruhnya terhadap Variabel Y. Semacam ini disebut Korelasi Ganda[27].
4. Paradigma ganda dengan Tiga variabelIndependen
Paradigma ini mempunyai 4 rumusan masalah deskriptif karena terdapat tiga Variabel Independen dan 1 variabel dependen. Serta mempunyai 6 rumusan masalah asosiatif dan yang ganda minimal 1 hubungan terhadap variable Y, perhatikan gambar di bawah ini:
![]() |
| Gambar 6: Paradigma ganda dengan tiga variabel Independen |
X1 : Kualitas Guru
X2 : Lingkungan Sekolah
X3 : Pengalaman Belajar Guru
Y : Prestasi Belajar Siswa
Gambar di atas untuk mencari hubungan antara Variabel X1 dengan Y, dan X2 dengan Y dan X3 dengan Y menggunakan teknik korelasi sederhana, yaitu mencari hubungan terlebih dahulu hubungan antara Variabel X1 dengan Y, dan X2 dengan Y serta X3 dengan Y. Untuk mencari hubungan hubungan antara Variabel X1 dengan X2 dengan X3 secara bersamaan terhadap Y, maka mencari hubungan terlebih dahulu hubungan antara Variabel X1 dengan X2 dengan X3 kemudian dihubungkan dengan pengaruhnya terhadap Variabel Y, Dengan menggunakan Korelasi ganda serta korelasi parsial, hal ini juga termasuk Variabel Penelitian .
5. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen
Dalam Variabel ini Variabel Independen mempunyai hubungan yang akan mengikat variable dependen 2 hal. Dalam mencari besarnya hubungan antara X dan Y1, X dan Y2 dapat menggunakan pengkorelasian sederhana.
Contoh: Tinggingginya tingkat pendidikan guru terhadap disiplin kerja dan proses karir di tempat kerja, maka dengan gambar bisa kita lihat sebagai berikut:
X : Tingkat Pendidikan Guru
Y1 : Disiplin Kerja
Y2 : Karir di tempat Kerja
6. Paradigma Ganda dengan Dua Faroabel Dependen
Sesuai namanya paradigma ganda maka yang muncul adalah dua Variabel Independen dan dua Variabel dependen yang semuanya tetap dalam ranah berkesinambungan. Dari situ kita dapat melihat nanatinya aka nada 4 Variabel Penelitian rumusan masalah deskriptif, dan enam rumusan masalah sederhana
Korelasi dan regresi ganda seperti ini dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antar variable secara simultan.
C. Pengukuran Variabel
Pengukuran menurut Stevens,(1951) dalam buku metode penelitian oleh Moh. Nazir,Ph.D disebutkan pengukuran adalah penetapan/ Pemberian angka terhadap Objek atau venomena sesuai aturan tertentu[28].
Pengukuran Variabel sangat penting bagi setiap penelitian, karena dengan pengukuran itu penelitian akan dapat menghubungkan konsep yang abstrak dengan kenyataan lapangan.
Untuk dapat melakukan pengukuran, maka seseorang peneliti harus memikirkan bagaimana ukuran yang paling tepat untuk suatu konsepnya. Karena ukuran yang tepat akan memberikan kepada penelii untuk merumuskan lebih akuran pada konsep penelitiannya. Proses pengukuran mengandung 4 kegiatan pokok yaitu :
1. Menentukan indikator untuk dimensi – dimensi variabel penelitian.
Pada umumnya variable penelitian social memiliki lebih dari satu dimensi, semakin lengkap dimensi yang digunakan maka akan semagin bagus atau akurat hasil pengukuranya.
2. Menentukan ukuran masing-masing dimensi. Ukuran ini dapat dibanyu dengan item (pertanyaan) yang relevan dengan dimensinya.
3. Menentukan ukuran yang akan digunakan dalam pengukuran,
Apakah tingkat ukuran nominal, ordinal interval atau ratio.
Apakah tingkat ukuran nominal, ordinal interval atau ratio.
4. Menguji tingkat validitas dan reliabilitas sebagai kriteria alat pengukuran yang baik.. Alat pengukur yang baik, apabila alat pengukur itu dapat mengungkapkan realita itu dengan tepat. Oleh karena itu dalam pengukuran gejala seperti itu yang dianut adalah berdasarkan indikator-indikator konsep tersebut. Misalnya yang akan diukur adalah intelegensi maka harus mencari apa yang menjadi indikator perbuatan yang intelegen tersebut[29].
D. Merumuskan Definisi Operasional Variabel-Variabel.
Setelah variabel – variabel diidetifikasikan dan diklasifikasikan, maka variabel-variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional. Penyusunan Definisi operasional ini perlu, karena definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data mana yang cocok digunakan.
Definisi Operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati (diobservasi). Konsep dapat diamati atau diobservasi ini penting, karena hal yang dapat diamati itu membuka kemungkinan bagi orang lain selain peneliti untuk melakukan hal yang serupa, sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain.
Cara menyusun definisi operasional dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Definisi Pola I, yaitu disusun berdasarkan atas kegiatan-kegiatan (operations) yang Perlu dilakukan[30] atau atas dasar kegiatan lain yang terjadi[31] agar hal yang didefinisikan itu terjadi, . Contoh :
- Frustasi adalah keadaan dimana timbul sebagai akibat tercegahnya pencapaian hal yang sangat diinginkan yang sudah hampir tercapai.
- Kenyang adalah adalah suatu kaadaan yang timbul dalam individu manusia atau hewan, setelah diberi makan secukupnya dengan interval selama 4 jam.
- Garam Dapur adalah hasil kombinasi kimiawi antara natrium dan Clorida.
Definisi Pola I ini, yang menekankan Operasi atau manipulasi apa yang harus dilakukan untuk menghasilkan keadaan atau hal yang didefinisikan, terutama berguna untuk mendefinisikan variabel bebas.
2. Definisi Pola II, yaitu definisi yang disusun atas dasar bagaimana hal yang didefinisikan itu beroperasi[32]. Contoh :
- Orang cerdas adalah orang yang tinggi kemampuannya dalam memecahkan masalah, tinggi kemampuannya dalam menggunakan bahasa dan bilangan.
- Orang Lapar adalah orang yang mulai menyantap makanan kurang dari satu menit setelah makanan dihidangkan, dan menghabiskannya dalam waktu kurang dari 10 menit.
3. Definisi Pola III, yaitu definisi yang dibuat berdasarkan atas bagaimana hal yang didefinisikan itu nampaknnya. Contoh :- Mahasiswa yang cerdas adalah mahasiswa yang mempunyai ingatan baik, mempunyai perbendaharaan kata luas, mempunyai kemampuan berpikir baik, mempunyai kemampuan berhitung baik.
Seringkali dalam membuat definisi operasional pola III ini peneliti menunjuk kepada alat yang digunakan untuk mengambil datanya.
Setelah definisi operasional Variabel Penelitian selesai dirumuskan, maka prediksi yang terkandung dalam hipotesis telah dioperasionalkan. Jadi peneliti telah menyusun prediksi tentang kaitan berbagai variabel penelitiannya itu secara operasional, dan siap diuji melalui data empiris.
[1]Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, (Bandung: CV Alfabeta, 2007), 2.
[2] Cholid Nurbuko dan Abu Achmadi Metodologi Penelitian ( Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003), 118.
[3] Ibid,.
[4] Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif R&D) (Bandung: Alfabeta, 2008), 60.
[5]Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, 3.
[6]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik ( Jakarts: Rineka Cipta,2006),121,.
[7]Ibid, 172.
[8]Sugiyono, Statistika untuk Penelitian,29.
[9] Moh. Nazir, Metode Penelitian, ( Bogor: Ghalia Indonesia, 2009),174.
[10] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan,167.
[11]. William Trochim, James P Donnelly, The Reseach Methods Knowledge base, (tt,th),8.
[12] Moh. Nazir, Metode Penelitian, 125.
[13] Moh. Nazir, Metode, 124.
[15] Cholid Nurbuko dan Abu Achmadi Metodologi,124
[16]Sugiyono, Metode, 61.
[17]Pemakalah mengambil contoh ini agar mudah difahami karena didalamnya ada sebab akibat yang pasti. dan telaah ini muncul didukung fenomena para kyai dan penduduk Jawa Timur di daerah pedalaman “ mengapa rata-rata mereka mempunyai banyak anak.?”
[18] Moh. Nazir, Metode, 124..
[19]Sugiyono,statistika, 4
[20] Ibid,5.
[21] Cholid Nurbuko dan Abu Achmadi Metodologi Penelitian,120
[22]. Sugiyono,statistika Untuk Penelitian,6.
[23] Lexy J Moloeng, Metodologi penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya,2005), 49.
[24]Sugiyono,statistika Untuk Penelitian,8.
[25]Sugiyono, Statistika untuk Penelitian.67.
[26] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 68.
[27] Ibid.
[28] Moh Nazir, Metode Penelitian,127.
[29] Cholid Nurbuko dan Abu Achmadi Metodologi Penelitian,129
[30] Ibid..
[31] Moh Nazir, Metode Penelitian,126.
[32] Cholid Nurbuko dan Abu Achmadi Metodologi Penelitian,130








Komentar
Posting Komentar