PROSEDUR PENULISAN LAPORAN HASIL PENELITIAN

Prosedur Penulisan Laporan Hasil Penelitian
Prosedur Penulisan Laporan Hasil Penelitian
   A.    Pendahuluan
      Setelah melalui beberapa tahapan dalam penelitian, maka tahap terakhir yang merupakan hal  paling penting dalam proses pelaksanaan penelitian adalah tahap menulis laporan hasil penelitian. Karena sebuah penelitian tanpa ada laporan hasil penelitian belum dikatakan berhasil. Karena penilaian suatu penelitian selain dari hasil penelitian itu sendiri, juga berasal dari pembaca hasil penelitian tersebut. Selain itu hasil penelitian harus dilaporkan dan ditulis, karena laporan tersebut merupakan media komunikasi antara peneliti dengan pembaca ataupun antara peneliti dengan badan-badan yang akan menggunakan hasil penelitian tersebut.[1]Sehingga seorang peneliti selain harus ahli dalam melaksanakan penelitian; merumuskan masalah, membuat hipotesis, proses pelaksanaan penelitian  sampai perumusan hasil penelitian, maka ia juga dituntut ahli dalam membuat laporan hasil penelitiannya dalam bentuk karangan tertulis yang biasa disebut karya tulis ilmiah.
   Karya tulis ilmiah adalah karangan yang berisi gagasan ilmiah yang disajikan secara ilmiah serta menggunakan bentuk dan bahasa ilmiah.[2] Dengan demikian tidak semua karya tulis itu bersifat ilmiah. Karena secara khusus karya tulis ilmiah dibuat bukan hanya berupa penuangan gagasan seseorang, namun juga merupakan hasil observasi yang dikombinasikan dengan keilmuan dan bisa dibuktikan dan dipertanggungjawabkan secara empiris dan objektif. 
           Menyajian karya tulis ilmiah yang dibuktikan secara empiris, maka akan dihasilkan karangan yang menyajikan argumen dengan menggunakan logika berpikir secara benar. Apabila penyajian karangan ilmiah menggunakan logika yang benar, maka argumen ilmu pengetahuan tersebut akan diterima pula oleh akal atau logika orang yang berpikiran ilmiah. Dan apabila sebuah karya tulis ilmiah disajikan secara objektif, maka hasilnya akan mudah dipahami oleh pembaca sebagai sebuah kebenaran. Untuk itu, sebuah karya tulis ilmiah harus ditulis dalam suatu kaidah-kaidah yang tertuang secara sistematis menjadi sebuah metode penulisan karya tulis ilmiah dan telah disepakati bersama.
           Sebagai sarana komunikasi ilmu pengetahuan yang berbentuk tulisan menggunakan sistematika yang dapat diterima oleh komunitas keilmuan melalui sistematika penulisan yang disepakati.[3]Untuk itu, maka dalam membuat karya tulis ilmiah, seorang peneliti harus memperhatikan metode penulisan karya ilmiah. Hal ini dikarenakan sebuah karya tulis ilmiah adalah sebuah karya ilmiah yang ditulis oleh seorang ilmuwan atau akademisi berdasarkan hasil penelitian dan hasil pemikiran atau kajian pustaka untuk tujuan tertentu dengan menaati aturan keilmiahan dan disajikan dengan menggunakan bahasa baku atau bahasa keilmuan.
         Dengan demikian, sebuah penelitian tidak akan tersampaikan dengan baik kepada pembacanya jika penulisan laporan penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah tidak disajikan sesuai dengan metode penulisan yang berlaku.Karena menulis laporan hasil penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah menuntut keterampilan memadukan data sebagai hasil penelitian  dengan berbagai bahan pustaka yang dikemas dalam bahasa yang komunikatif dan bersistem ilmiah.Melalui makalah ini, akan dibahas  tentang pengertian karya tulis ilmiah dan prosedur penulisan karya tulis ilmiah yang meliputi format laporan hasil penelitian dan aturan-aturan penulisan karya tulis ilmiah.    

Baca juga:
 (Teknik-Teknik Pengumpulan Data Penelitian)
( Instrumen Pengumpulan Data)
(Macam-Macam Variabel Penelitian)


B.     Karya Tulis Ilmiah dan Laporan Hasil Penelitian
                     Pada bagian pendahuluan, karya tulis ilmiah diartikan sebagai karangan yang berisi gagasan ilmiah yang disajikan secara ilmiah serta menggunakan bentuk dan bahasa ilmiah.[4]Dalam hal ini , karya tulis ilmiah dapat dikatakan sebagai hasil rangkaian gagasan yang dihasilkan berdasarkan fakta dan data yang ditulis berdasarkan sistematika yang akurat dan ilmiah. Dengan demikian penulisan sebuah karya ilmiah harus bersifat keilmuan atau berdasarkan ilmu pengetahuan yang telah memenuhi syarat ilmu pengetahuan.
                    Robert A. Day dalam bukunya How To Write & Publish A Sientific Paper menjelaskan pengertian karya tulis ilmiah (scientific writing) sebagai sebuah pengiriman tanda yang jelas kepada penerimanya.[5]Inti pada sebuah karya tulis ilmiah adalah kejelasan hasil tulisan sehingga mudah dibaca oleh pembacanya. Hal ini serupa dengan yang dipaparkan Dalman yang mendefinisikan karya tulis ilmiah sebagai karya tulis yang berusaha memaparkan suatu pembahasan yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti untuk memberitahukan kepada pembacanya sesuatu secara logis dan sistematis (ilmiah).[6]
           Secara terperinci karya tulis ilmiah diartikan sebagai karya seseorang ilmuwan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian, dan pengetahuan orang lain sebelumnya sesuai dengan bidangnya masing-masing.[7]Dengan demikian sebuah karya tulis ilmiah adalah sebuah karya tulis yang berbentuk pengembangan dari keilmuan yang dimiliki seseorang yaitu penulis atau peneliti untuk disampaikan kepada pembacanya sesuai dengan bidang yang diampunya.
               Dari beberapa pengertian tentang karya tulis ilmiah diatas, ada beberapa indikator yang menjadi karakteristik sebuah karya tulis ilmiah, yaitu penulis atau peneliti, pembaca dan bersifat ilmiah. Kata ilmiah dalam kamus bahasa Indonesia diartikan bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.[8] Jadi sebuah karya tulis dikatakan sebagai sebuah karya tulis ilmiah apabila dalam tulisanya memuat peneliti, pembaca dan bersifat ilmu pengetahuan.
             Setelah mengetahui pengertian karya tulis ilmiah, maka dapat diketahui bahwa laporan hasil penelitian termasuk sebagai salah satu karya tulis ilmiah.Dimana peneliti sebagai unsur yang pertama dan pembaca sebagai unsur yang kedua. Sedangkan proses penyampaian hasil penelitian dari seorang peneliti kepada pembacanya harus bersifat ilmiah agar fungsi komunikatif yang diemban peneliti dapat tersampaikan. Hal ini sama dengan yang disampaikan Nana Sudjana dalam memberikan pengertian karya ilmiah sebagai hasil penelitian ilmiah yang disusun dengan memperhatikan sistematika tahapan berpikir ilmiah dan teknik penulisan ilmiah.[9]
                Laporan hasil penelitian menurut Dalman yang mengutip definisi Keraf dalam bukunya Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Berbahasa; merupakan sebuah dokumen yang menyampaikan informasi yang telah atau sedang diteliti dalam bentuk fakta-fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan penelitian yang diambil.[10]Jadi laporan hasil penelitian adalah dokumen yang memuat hasil penelitian sebagai hasil kerja sebuah penelitian yang sedang atau telah berlangsung.
           William Trochim memberikan 3 pertimbangan ketika membuat sebuah laporan penelitian[11], yaitu :
1.      The Audience
Dalam membuat laporan penelitian maka yang harus diperhatikan adalah siapa yang membaca laporan tersebut. Hal ini terkait dengan fungsi komunikatif yang dijelaskan pada paragraph diatas, dimana dengan mengetahui pembaca laporan penelitian baik itu dari segi pengetahuan ataupun manfaat yang diambil dari penelitian ini, maka laporan hasil penelitian akan lebih mudah tersampaikan.
2.      The Story
Sebuah laporan hasil penelitian ada cerita yang melatar belakangi penelitian ini baik dari segi fokus penelitian itu, maupun dari segi metode permasalahan atau tantangannya. Maka untuk lebih meyakinkan pembaca akan hasil penelitian kita, cerita tersebut harus di jelaskan dengan detail sebagaimana pengertian Scientific Writing diatas, bahwa penulisan karya tulis ilmiah adalah clarity.

3.      Formatting Considerations
                 Menulis hasil laporan penelitian selain harus memperhatikan pembaca dan penjelasan penelitian, maka hal selanjutnya yang harus dipertimbangkan adalah tujuan dari pembuatan laporan tersebut. Apakah laporan tersebut untuk dipublikasikan atau tidak.Karena hal ini terkait pada bahasa juga aturan penulisan untuk sebuah laporan yang dipublikasikan, seperti sebuah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk tugas belajar akan berbeda bentuknya dengan PTK untuk dipublikasikan disebuah jurnal.

Teori yang digunakan (tesis)
                        Selain mempertimbangkan 3 hal diatas, dalam membuat laporan hasil penelitian yang berbentuk karya tulis ilmiah juga harus memuat materi-materi penting dalam pembahasannya.Hal ini meliputi (1) temuan hasil penelitian, (2) teori yang digunakan dalam penelitian, (3) hasil penelitian orang lain, (4) gagasan-gagasan orang lain yang diketahui, (5) pendapat-pendapat pribadi penulis, (6) bahan-bahan sekunder lainnya.[12]
Sebagaimana pembahasan diatas, sebuah laporan hasil penelitian sangat terkait dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, dan perhatian para golongan pembacanya.Sehingga sebuah laporan hasil penelitian dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam [14]yaitu :
1)      Laporan penelitian secara komprehensif (Monograf)
Dalam menulis laporan secara komprehensif(monograf) harus memperhatikan hal-hal berikut ini[15] :
a.       Memilih, menganalisis dan mengorganisasi data dengan sedemikian rupa agar hasil penelitian lebih mudah dikomunikasikan kepada pembaca.
b.      Memperhatikan tingkat pengetahuan dan pemahaman pembaca laporan.
c.       Laporan menceritakan semua yang terjadi dalam proses penelitian dengan sungguh-sungguh dan apa adanya.
d.      Menahan penemuan-penemuan dilapangan yang tidak relevan  untuk disimpan sementara untuk menghadapi kemungkinan yang tidak diharapkan
e.       Sebuah penelitian juga harus menulis hal-hal salah atau gagal, karena dari data tersebut dapat dijadikan pemikiran lain bagi pembacanya.
f.       Membuat draf laporan yang lebih terperinci
g.      Laporan harus diorganisasi dengan baik dan sistematis. 
Dengan memperhatikan hal-hal diatas, maka sebuah laporan penelitian monograf  dapat tersusun dengan baik dan sistematis dan terhindar dari hal-hal yang kurang relevan dan tidak komunikatif.    
2)      Artikel penelitian secara terpisah
Artikel secara terpisah dapat diartikan juga sebagai artikel ilmiah, yaitu laporan penelitian monograf  yang isinya lebih padat dan lebih mengedepankan facet-facet penelitian atau salah satu aspek yang terdapat didalam penelitian.[16]Artikel penelitian seperti ini terdapat di jurnal-jurnal yang diterbitkan tiap lembaga pendidikan.Contohnya jurnal PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang diterbitkan UIN Sunan Ampel Surabaya untuk para guru diwilayah Jawa Timur.

3)      Laporan yang berupa ikhtisar (summary report)
Laporan yang berupa ikhtisar atau summary report, adalah bentuk penulisan kembali artikel ilmiah dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti karena sasaran laporan ini adalah masyarakat umum.  Mengingat tingkat pemahaman masyarakat umum berbeda-beda, maka bahasa yang digunakan lebih mudah dan tidak terlalu berkaitan dengan teknik penulisan.
      Selanjutnya dalam menulis laporan hasil penelitian harus memperhatikan beberapa prinsip,[17]yaitu :
1.      Laporan penelitian harus disusun secara runtut dan tidak terpisahkan antara bagian atau bab yang satu dengan yang lainnya (koheren).
2.      Gaya bahasa maupun penulisan dalam laporan hasil penelitian berbentuk lampau atau sudah berlangsung. Hal ini yang membedakan antara laporan hasil penelitian dengan proposal.
3.      Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang baku dan merujuk pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
4.      Laporan hasil penelitian bersifat objektif, bukan hasil manipulasi data atau bersifat subjektif
5.      Laporan hasil penelitian ditulis bersifat relevan berdasarkan data yang telah dikumpulkan peneliti.
6.      Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penulisan, seorang penulis atau peneliti harus teliti dan selektif.
7.      Laporan hasil penelitian hendaknya mampu merangsang pembacanya untuk melakukan kajian ulang terhadap penelitian yang telah dilakukannya.
8.      Laporan hasil penelitian mencantumkan secara jelas waktu pelaksanaan penelitian
9.      Laporan hasil penelitian juga mencantumkan kelebihan dan kekurangannya sebagai bentuk kejujuran peneliti.
10.  Bersifat konsisten terhadap metode penelitian yang ditulis.
11.  Menjelaskan secara jelas konten-konten yang diteliti
12.  Gaya bahasa yang digunakan bersifat komunikatif atau mudah dicerna pembacanya.

C.    Prosedur Penulisan Karya Tulis Ilmiah
1.      Sistematika laporan Hasil Penelitian
                     Secara umum, sistematika penulisan laporan hasil penelitian  ditulis berdasarkan kerangka yang sudah baku.Sistematika penulisan laporan hasil penelitian terbagi dalam tiga kelompok: (1) Bagian depan laporan, (2) Bagian inti laporan, (3) Bagian pelengkap.[18] Menulis laporan penelitian amat erat hubungannya dengan model penelitian yang dipilih peneliti. Dalam model penelitian kuantitatif, hipotesis penelitian perlu diketengahkan sehingga peneliti terpancang untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang dia ketengahkan itu berdasarkan data yang telh dikumpulkan. Sebuah hipotesis merupakan hubungan antar konsep. Dengan demikian perician kerangka laporan dirinci menurut konsep-konsep yang dipilih untuk membentuk hipotesis. Cara demikian itu merupakan cara deduktif, adalalh sebuah cara berfikir yang berangkat dari teori dan hipotesa yang dirumuskan dari kajian teori. Semisal peneliti mengetengahkan hipotesis “semakin tinggi A semakin tinggi B”, maka didalam penulisan laporan, peneliti membahas A beseta dnegan rinciannya, kemudian baru membahas B beserta rinciannya juga. 
             Cara penulisan berikutnya dapat pula mengikuti alur pemikiran induktif. Cara ini ditempuh oleh peneliti yang memilih model penelitian kualitatif. Dalam cara ini dapat dilaporkan menurut alur tertentu atau tema tertentu. Setiap tema dihubungkan sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Kalau penelitian kuantitatif bertujuan ‘testing hypothesis’, sedangkan penelitian kualitatif bertujuan ‘generating hipothesis’Dalam penulisan laporan hasil penelitian, secara umum terdapat beberapa unsur,[19]
A.    Judul
                   Judul selalu diartikan sebagai kepala karangan. Dimana dalam menetapkannya diawali berbgai permasalahan.[20]Sebagai kepala karangan, judul harus merupakan pencerminan dari seluruh karya tulis yang dapat menjelaskan dan menarik orang membacanya.
             Judul isinya harus informative, khusus,singkat dan tidak boleh dalam bentuk kependekan, formula, atau jargon, karena akan menimbulkan masalah dalam membacanya. Kembali lagi kita ingat bahwa laporan ini harus bisa dibaca dengan jelas oleh pembacanya. Maka judulpun harus menggambarkan secara utuh dan jelas akan sebuah hasil penelitian. Bambang Dwiloka & Rati Riana memberikan batasan sebuah judul laporan hasil penelitian dalam bentuk karya tulis ilmiah. Yaitu antara 5 sampai 15 buah kata yang memuat variable-variabel yang akan diteliti.[21]Sebagai contoh :
“ Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Iklim Kerja di SMK Negeri X Surabaya”
          Judul laporan hasil penelitian diatas berjumlah13 kata, yang menjelaskan dengan baik arah penelitian dan variable-variabel dari penelitian. Berbeda dengan judul berikut ini yaitu :
“ Pengaruh Gaya Kepemimpinan” atau “ SMK Negeri X Surabaya”
    Judul diatas, selain jumlah kata yang dibawah 5 kata sebagai batas minimal penulisan judul, juga menimbulkan kerancuan bagi pembacanya, karena masih menimbulkan berbagai pertanyaan, bahkan cenderung sebagai karangan deskriptif bukan sebagai hasil laporan penelitian. Sukarno mengutip Dit. Ketenagaan Ditjen Dikti, memberikan persyaratan dalam membuat judul yang ideal,[22]yaitu :
a.       Menggambarkan dengan jelas masalah yang diteliti, upaya dan settingnya
b.      Menggambarkan solusi yang diberikan dalam penelitian
c.       Jika penelitian tersebut didanai, seperti penelitian yang dilakukan H&R sebuah lembaga,maka aturannya disesuaikan dengan lembaga yang memberikan dana.
B.     Abstrak (Sari Karangan)
        Abstrak atau sari karangan informatif merupakan miniatur dari dokumen dengan menampilkan sebanyak mungkin data sehingga pembaca tidak perlu lagi membaca dokumen aslinya kecuali jika ingin mendalaminya. Beberapa hal yang dimuat dalam abstrak [23]adalah sebagai berikut :
a.       Masalah
Masalah penelitian yang dimuat pada abstrak ditulis jelas sebagai mana yang ada pada bab I laporan hasil penelitian.
b.      Tujuan
Tujuan utama dan jangkauan studi atau alasan mengapa dokumen tersebut ditulis perlu dikemukakan kecuali jika sudah jelas dari judul dokumen.
c.       Prosedur penelitian
Perlu diuraikan secara ringkas cara kerja untuk mencapai tujuan penelitian. Gambarkan secara umum teknis serta pendekatannya, namun untuk teknik baru perlu diuraikan secara jelas. Prinsip metodologi dasar, jangkauan operasi serta cara memperoleh data secaara tepat perlu dijelaskan. Untuk dokumen yang ditulis tanpa penelitian perlu dikemukakan sumber data dan cara pengumpulan data.
d.      Ringkasan hasil penelitian
Menggambarkan hasil penemuan sesingkat dan seinformatif mungkin. Penemuan tersebut dapat berupa hasil penelitian atau teoritis, kumpulan data, atau hubungan dan korelasi yang dicatat, pengaruh yang diteliti, dan lain sebagainya.
     Lexi Maleong menambahkan satu muatan dalam abstrak [24]yaitu :
e.       Kesimpulan utama
Pada kesimpulan utama menggambarkan kesimpulan dari hasil penelitian yang dihubungkan dengan masalah dan tujuan penelitian.\
           Abstrak biasanya ditulis dengan menggunakan bahasa inggris, tergantung lembaga yang melegalkan hasil penelitian tersebut. Untuk format penulisan abstrak adalah diketik dengan spasi satu dengan menggunakan format lebih sempit dari teks utama yaitu margin kanan dan kiri menjorok 1,2 cm.[25]Ada beberapa macam aturan tentang panjang dari abstrak itu sendiri. Lexi J. Maleong mengatakan bahwa panjang sebuah abstrak tidak boleh melebih 250 kata.[26]Sedangkan James H. McMillan membatasinya 50 sampai 150 kata.[27]
        Berikut ini adalah contoh abstrak pada sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) :
Abstrak : Penelitian Tindakan kelas dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dikelas. Salah satunya kurangnya minat baca siswa pada materi yang berbentuk deskriptif-naratif seperti materi kisah kaum Muhajirin dan Anshor yag merupakan materi untuk siswa kelas VI semester II sehingga berdampak rendahnya nilai prestasi siswa. Maka diperlukan strategi baru, dalam hal ini adalah strategi PQ4R ( preview, question, read, reflect, recite, review). Dari latar belakang tersebut muncullah rumusan masalah bagaimana peningkatan prestasi belajar siswa-siswi kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya Tahun Pelajaran 2010-2011 dengan menggunakan strategi PQ4R.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi ini. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya yang berjumlah 16 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November- Desember 2010 dalam 2 siklus. Dari 2 siklus ini didapat peningkatan prestasi belajar siswa yaitu siklus I 56,25 % dan siklus II 100 %. Kesimpulan penelitian ini bahwa dengan menggunakan strategi PQ4R berdampak positif terhadap peningkatan prestasi belajar, sehingga strategi ini cocok untuk dipergunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam terutama untuk materi yang membutuhkan pemahaman siswa melalui kegiatan membaca. Selain itu srategi ini dapat memotivasi siswa untuk gemar membaca.
Kata kunci : Strategi PQ4R, Prestasi Belajar [28]
   Contoh abstrak diatas menggunakan bahasa Indonesia, untuk contoh abstrak sebuah tesis yang diambil dari http://www.ukm.my/jurutera/Abstract.pdf dengan menggunakan bahasa Inggris akan dilampirkan pada halaman lampiran dibagian akhir makalah ini.[29]
C.    Pendahuluan
      Pendahuluan adalah salah satu bagian dari laporan hasil penelitian yang memasukan pendapat yang menjadi fokus dari penelitian dan permasalahan yang umum atau khusus yang akan diteliti.[30]Dengan kata lain pendahuluan berisi latar belakang permasalahan penelitian yang dihubungkan dengan beberapa teori yang disesuaikan dengan bidang penelitian. Teori-teori yang menjadi latar belakang penelitian yang akan memperkuat hasil penelitian disebut sebagai kajian pustaka. Pada bagian ini berisi paling sedikitnya 3 gagasan utama,[31]yaitu :
a.       Latar belakang atau rasional penelitian
b.      Masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah
c.       Rumusan tujuan penelitian dan manfaat dari penelitian.
  Ketiga gagasan diatas harus relevan dengan teori yang didapat dari berbagai sumber dan ditulis asal rujukannnya dengan jelas.
      Suherli Kusmana mengutip pendapat Syafi’ie mengatakan bahwa bagian pendahuluan mengungkapkan pokok permasalahan penelitian , pengetahuan dan sikap peneliti terhadap permasalahan penelitian yang dibahasnya.[32]Ketiganya disusun menjadi satu hingga menjadi entry point  bagi pembacanya. Melalui pendahuluan, pembaca akan mendapat gambaran sekilas tentang hasil penelitian. Maka apabila pada bagian pendahuluan dibuat dalam bahasa yang konikatif dan sistematis secara tidak langsung akan merangsang pembaca untuk mendalami hasil penelitian lebih lanjut.
      Secara  lebih terperinci, bagian pendahuluan harus memuat beberapa hal,[33]berikut ini :
1.      Pernyataan permasalahan; permasalahan pada bagian pendahuluan harus dijelaskan dengan detail. Hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat mengetahui permasalahan dari penelitian yang merupakan salah satu variable dari judul penelitian.
2.      Pernyataan hubungan sebab akibat; Sebagaimana telah kita pelajari sebelumnya, bahwa sebuah penelitian adalah sebuah tindakan yang digambarkan sebagai hubungan sebab akibat yang nantinya merujuk pada model penelitian, kuantitatif atau kualitatif. Maka dengan demikian sebuah pendahuluan juga memuat hubungan sebab akibat antara permasalahan dan solusi yang diteliti. Dengan kata lain, menjelaskan hubungan antara variable-variabel dalam judul serta keterkaitannya.
3.      Pernyataan gagasan; selain menyatakan sebuah sebab akibat, di dalam pendahuluan juga harus memasukan gagasan yang diambil peneliti untuk memperkuat alasan pemilihan penelitian.
4.      Kutipan literature dan pembahasannya; Memasukan kutipan dari beberapa buku digunakan untuk memperkuat gagasan yang diberikan peneliti. Dalam hal ini William Trochim membatasinya minimal 5 buku, namun semua tergantung pada uraian dari penelitian tersebut.
5.      Pernyataan hipotesis ; Hipotesis pada pendahuluan dijelaskan dengan memprediksi hasil sementara dari penelitian. Dimana hubungan antara permasalahan dengan gagasan-gagasan dari buku sebagai literature laporan harus dirangkai agar lebih mudah dimengerti oleh pembaca.
        Dengan demikian sebuah pendahuluan harus memuat minimal 5 bagian yaitu permasalahan, hubungan antar variable dalam bentuk sebab akibat,gagasan peneliti, literature pendukung dan hipotesi. Dan untuk lebih komunikatif ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah pendahuluan,[34]yaitu :
a.       Mulai dengan sesuatu yang menarik, yaitu dengan menyusun kata-kata yang bersifat persuasif agar pembaca tertarik untuk membaca laporan lebih mendalam.
b.      Buatlah pertanyaan atau permasalahan yang membuat penasaran pembaca untuk mencari jawabannya pada bagian lain hasil penelitian.
c.       Jelaskan alasan mengapa penelitian ini dibutuhkan untuk sebuah bidang penelitian.
d.      Gambarkan hasil penelitian dengan detail.
e.       Buatlah kesimpulan dengan mengulas kembali semua hasil penelitian sementara (hipotesis).
     Untuk sebuah pendahuluan dalam sebuah laporan hasil penelitian akademik seperti skripsi, tesis dan disertasi menjadi sebuah bab tersendiri yang meliputi :
1.      Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang diuraikan garis besar 5 W 1 H dari sebuah penelitian yaitu what; apa yang diteliti, why; mengapa hal ini diteliti, who; siapa objek penelitian ini, where; dimana penelitian ini dilaksnakan, when; kapan penelitian ini dilaksnakan, dan how; bagaimana proses pelaksanaan penelitian ini dilakukan.[35]Selain itu, latar belakang diperkuat juga dengan teori-teori yang sesuai dengan bidang penelitian yang dikerjakan.
2.      Rumusan Masalah
          Dalam penulisan laporan penelitian perlu diberi arti luas. Sebelum membuat rumusan masalah, hal yang pelu kita lakukan sebagai seorang peneliti adalah idetifikasi masalah. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan pembaca bahwa memang ada permasalahan dilapangan yang sesuai dengan topic penelitian.[36]Setelah dilakukan identifikasi masalah, maka selanjutnya dapat dirumuskan sebuah rumusan masalah penelitian. Sebuah rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat pertanyaan bukan kalimat pernyataan,[37]yang memuat beberapa hal yaitu :
a.       mendeskripsikan setiap variabel judul penelitian
b.      Menghubungkan dua variabel judul penelitian
c.       Mengkaji pengaruh tiap variabel
d.      Mengkaji kekuatan variabel satu dengan lainnya
Perumusan masalah dalam sebuah penelitian juga mempengaruhi ketepatan cara pemecahannya. Karena pada dasarnya penelitian dilakukan untuk mencari data sebagai jawaban atas sebuah permasalahan. Jika kita salah dalam mengidentifikasi masalah tentu akan berakibat salah pada perumusan masalah dan tentunya pada cara pemecahan dari masalah tersebut. Maka tidak asing lagi di dunia akademisi perguruan tinggi, jika dalam penulisan sebuah skripsi, tesis dan disertasi, ketika ujian yang menjadi kajian sentral adalah pada rumusan masalahnya. Sebuah penelitian yang baik berangkat dari sebuah rumusan masalah yang benar. Sehingga pencarian data penelitian dan fokus dan tidak menyimpang dari kajian penelitian yang dibahas.Hal ini digambar oleh Bahdin Nur Tanjung yang mengutip Sugiono dalam bentuk tabel berikut ini :
Gambar 2. Hubungan antara ketepatan memilih masalah dan cara pemecahannya.[38]
NO
Ketepatan Masalah
Ketepatan Cara Pemecahan
1
Masalah Benar
Cara pemecahan benar
2
Masalah Benar
Cara pemecahan salah
3
Masalah Salah
Cara pemecahan benar
4
Masalah Salah
Cara pemecahan salah
Dalam membuat masalah jika benar dan sesuai dengan variabel yang diteliti maka cara pemecahannya bisa benar dan bisa juga salah. Demikian juga jika dalam membaut masalah salah maka cara pemecahannya bisa benar dan bisa juga salah. Secara singkat, sebuah rumusan masalah harus bersifat (1) feasible (mudah dikerjakan); dalam artikan mudah untuk dicari jawabnnya, (2) jelas, (3) signifikan; artinya masalah harus sesuai dengan jawaban yang dicari.[39]Untuk lebih mudahnya perhatikan contoh rumusan masalah penelitian berikut :
Judul Penelitian yang dikutip Sugiyono pada tesis yang ditulis oleh Safitri Yosita Ratri.[40]
      Keefektifan metode permainan pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD
      Rumusan Masalahnya adalah ;
1.      Apakah metode permainan lebih efektif daripada metode ceramah dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD ?
2.      Bagaimana tingkat perubahan kompetensi sosial mahasiswa pada pembelajaran IPS menggunakan metode permainan ?
Rumusan masalah pada judul tesis diatas menjadi 2 bagian yang menggambarkan 2 variabel pada judul tersebut. Variabel yang pertama adalah metode permainan pada pembelajaran IPS dan variabel yang kedua adalah kompetensi sosial mahasiswa PGSD.  Dan yang menjadi permasalahannya adalah keefektifan variabel pertama terhadap peningkatan varibel kedua.
3.      Tujuan Penelitian
Secara singkat tujuan penelitian adalah kata kerja dari rumusan masalah. Pada dasarnya tujuan penelitian merupakan harapan yang ingin dicapai atau diketahui dari penelitian. Dan kebalikan dari rumusan masalah yang berbentuk pertanyaan, maka tujuan penelitian berbentuk pernyataan. Tujuan harus konsisten bermakna sama dengan permasalahan. Secara garis besar tujuan penelitian dibagi menjadi dua,[41]yaitu :
a.       Tujuan Umum, yang menjelaskan secara umum tujuan dari penelitian
b.      Tujuan Khusus, yang menjelaskan secara khusus tujuan dari penelitian yang merupakan rincian dari tujuan umum.
Melanjutkan judul tesis diatas, maka tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut :
Judul Penelitian yang dikutip Sugiyono pada tesis yang ditulis oleh Safitri Yosita Ratri.[42]
      Keefektifan metode permainan pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD
      Rumusan Masalahnya adalah ;
1.      Apakah metode permainan lebih efektif daripada metode ceramah dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD ?
2.      Bagaimana tingkat perubahan kompetensi sosial mahasiswa pada pembelajaran IPS menggunakan metode permainan ?
Tujuan Penelitiannya adalah :
1.      Untuk mengetahui data empiris tentang metode permainan lebih efektif daripada metode ceramah dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD
2.      Untuk mengetahui data empiris tentang tingkat perubahan kompetensi sosial mahasiswa pada pembelajaran IPS menggunakan metode permainan
D.    Hipotesis Penelitian
 Hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara dari rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya.[43]Sebagai jawaban sementara dari masalah penelitian, hipotesis masih perlu diuji kebenarannya melalui pengumpulan dan analisis data. Selain itu hipotesis dirumuskan setelah dilakukan studi pendahuluan terlebih dahulu, sehingga hasil perumusan hipotesis bukan sebagai pernyataan tanpa adanya landasan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis,[44]  yaitu :
a.       Sebuah hipotesis menggambarkan keterkaitan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
b.      Hasil hipotesis bersifat rasional dan operasional.
c.       Rumusan hasil hipotesis berdasarkan studi pendahuluan melalui kegiatan kajian literatur maupun penelitian.
d.      Sebuah hipotesis menggambarkan adanya pengaruh
e.       Hipotesis dirumuskan dalam kalimat deklaratif atau kalimat pernyataan.
      Berikut contoh hipotesis dari judul yang sama dengan diatas.
Judul Penelitian yang dikutip Sugiyono pada tesis yang ditulis oleh Safitri Yosita Ratri.[45]
Keefektifan metode permainan pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD
Rumusan Masalahnya adalah ;
1.      Apakah metode permainan lebih efektif daripada metode ceramah dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD ?
2.      Bagaimana tingkat perubahan kompetensi sosial mahasiswa pada pembelajaran IPS menggunakan metode permainan ?
Tujuan Penelitiannya adalah :
1.      Untuk mengetahui data empiris tentang metode permainan lebih efektif daripada metode ceramah dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan kompetensi sosial mahasiswa PGSD
2.      Untuk mengetahui data empiris tentang tingkat perubahan kompetensi sosial mahasiswa pada pembelajaran IPS menggunakan metode permainan
Setelah melalui studi pendahuluan, maka hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.       Hipotesis Nol (H0)
1.      Mahasiswa yang mengikuti pembelajaran IPS dengan metode permainan memperoleh rerata peningkatan komptensi sosial yang lebih rendah secara signifikan dibanding dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran IPS menggunakan metode ceramah.
2.      Metode permainan pada pembelajaran IPS tidak dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dari kompetensi sosial buruk (kategori sangat rendah dan rendah) menjadi baik (kategori tinggi dan sangat tinggi)
b.      Hipotesis alternatif (Ha)
1.      Mahasiswa yang mengikuti pembelajaran IPS dengan metode permainan memperoleh rerata peningkatan komptensi sosial yang lebih tinggi secara signifikan dibanding dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran IPS menggunakan metode ceramah.
2.      Metode permainan pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dari kompetensi sosial buruk (kategori sangat rendah dan rendah) menjadi baik (kategori tinggi dan sangat tinggi)
                5.Manfaat Penelitian
Sebuah penelitian tentunya ditancang agar mempunyai manfaat, terutama untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Pada manfaat penelitian dikemukan keuntungan-keuntungan yang didapat dari hasil penelitian.Ada dua jenis manfaat penelitian,[46]yaitu :
a.       Manfaat teoritis ; manfaat yang diambil sebagai konstribusi hasil penelitian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang akademik yang diteliti.
b.      Manfaat praktis ; manfaat yang diambil dari hasil penelitian dapat diterapkan secara langsung bagi pihak-pihak yang terkait dalam penelitian tersebut. Sebagai contoh jika penelitian dalam bidang pendidikan, maka penelitian ini secara praktis dapat bermanfaat bagi guru, dosen, siswa atau praktisi pendidikan lainnya.
Contoh uraian dalam manfaat penelitian:[47]
      Hasil dari penelitian ini dapat memberikan manfaat, yaitu :
1.      Manfaat Teoritis
Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan pengembangan ilmu pengetahuan terutama pada pengembangan teori metode pembelajaran bagi mahasiswa PGSD.
2.      Manfaat Praktis
Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak sebagai berikut :
a.      Bagi Dosen PGSD khususnya mata kuliah IPS, hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber informasi dalam upaya meningkatkan keefektifan mengajar dan dapat diimplementasikan secara umum, juga dapat digunakan sebagai dasar evaluasi untuk mengetahui tahap  perkembangan kompetensi sosial mahasiswa terhadap mata kuliah ini.
b.      Bagi Mahasiswa PGSD, hasil penelitian ini dapat dijadikan sarana mengidentifikasi kelemahan belajar, mengetahui masalah-masalah yang dihadapi  dan mampu meningkatkan prestasi belajar dan kompetensi sosialnya pada mata kuliah IPS.
c.       Bagi pemerhati pendidikan dan penelitian lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar penindaklanjutan penelitian yang membahas upaya peningkatan prestasi belajar dan kompetensi sosial mahasiswa melalui metode permainan.
D.    Metode
           Penulisan metode pada laporan hasil penelitian harus dilakukan dengan hati-hati. Karena hal ini menjadi pokok uraian metode ilmiah dalam penelitian.Metode penelitian menggunakan metode ilmiah yang merupakan suatu proses yang sitematis dengan beberapa langkah yang berurutan dari mulai pengenalan dan pendefinisian masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, analisis data dan pernyataan kesimpulan.[48]Dengan langkah-langkah yang lalui sebuah metode ilmiah, maka sebuah metode penelitian juga menggunakan tahapan tersebut, karena sebuah penelitian adalah serangkaian kegiatan untuk mencari kebenaran ilmiah.Dan inilah pengertian metode ilmiah secara filosofi, yakni sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana prosedur kerja dalam mencari kebenaran.[49]  Komponen-komponen dalam metode penelitian dari sebua laporan hasil penelitian secara umum ada 4 bagian,[50]sebagai berikut:
a.       Sumber Data
          Sumber data pada penelitian meliputi populasi dan sampel data yang digunakan. Pada bagian ini dijelaskan lokasi penelitian juga  siapa yang dijadikan populasi dan sampel beserta jumlah dan alasan pemilihan sampel dan populasi tersebut.
b.      Cara Pengumpulan Data
         Peneliti menyebutkan sejumlah teknik pengumpulan data yang dipergunakan. Peneliti perlu menyebutkan teknik utama serta teknik pengumpulan data penunjangnya. Deskripsi yang jelas dan rinci dari cara pengumpulan data sangat penting diketahui pembaca agar pembaca yakin akan kesahihan atau validitas dari data tersebut.Disini juga disebutkan jenis penelitian yang akan digunakan dalam pengumpulan data tersebut.Misalnya, Penelitian ini menggunakan metode kualitattif. Metode kualitatif adalah …Penggunaan metode ini disebabkan….
       Jadi, selain menyebutkan jenis metode pengumpulan data, secara lengkap kita juga harus mengulas alasan pemakaian metode tersebut dalam penelitian yang kita lakukan.
c.       Teknik Pengukuran variabel atau instrumentasi
P               Ada bagian ini sering juga disebut instrumentasi, karena bagian ini menyediakan informasi secara detail kepada pembaca tentang prosedur yang digunakan dalam mengumpulkan data. Karena terkait pada pengumpulan data tentu saja, teknik yang digunakan juga terkait dengan variabel mana yang akan diukur, baik itu variabel dependen maupun independen. Ada banyak teknik dan instrument penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data, misalnya dengan observasi, wawancara, penyebaran angket, atau dengan tes.Semua jenis teknik dan instrument tersebut tergantung pada jenis data yang diperlukan dengan tetap menguji validitas dan reliabilitas dari instrument tersebut.[51]Maka dengan teknik dan instrument yang tepat pada pengumpulan data, maka kesalahan dalam sebuah penelitian dapat diminimalisir dan keabsahan data dapat dipertanggungjawabkan.
d.      Teknik analisis
              Selain disebut sebagai teknik analisis data, bagian ini juga sering disebut sebagai pengolahan data.Jenis teknik analisis data yang digunakan biasanya dikaitkan dengan pertanyaan penelitian yang akan dijawab atau hipotesis yang akan diuji.[52]Bagi peneliti kuantitatif analisis data tergantung pada hipotesis yang diketengahkan. Dalam penelitian kualitatif, biasanya digunakan beberapa analisis antara lain analisis tabular, analisis korelasi, analisis jujur dan analisis varian. Semua analisis ini harus diuraikan langkah-langkahnya dengan jelas. Bagi peneliti kualitatif, penyajian dan analisis data sangat tergantung pada model penelitiannya. Model kasus tunggal misalnya akan berbeda dengan penyajian dan analisa data model kasus ganda. Pada penelitian kuantitatif, dengan data yang kuantitatif maka analisisnya juga kuantitatif dengan ukuran-ukuran statistik. Selain secara manual, sekarang menggunaan statistik dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak computer berupa program SPSS dengan versi tertentu.[53]Dengan adanya software ini, akan lebih mudah membantu peneliti dengan penelitian kuantitatif dalam menganalisis datanya karena akan terhitung secara otomatis dan hasilnya lebih akurat.
             Lebih jauh untuk mengetahui contoh penulisan metodologi penelitian, maka akan saya lampirkan pada akhir halaman yang disesuaikan dengan judul tesis yang telah dikemukan diatas.[54]
E.     Hasil/Temuan dan Pembahasan.
      Hasil penelitian dirumuskan sesuai dengan rumusan masalah yang telah tercantum pada bab pendahuluan.Disinilah manfaat rumusan masalah pada hasil penelitian sebagai pembatas pembahasan agar tidak meluas mengingat banyaknya data yang ditemukan.Untuk masalah yang mengandung hipotesis harus duji dengan taraf signifikansi tertentu yang mengungkap hasil pengujian hipotesis. Pada penelitian mengunakan data empiris dan metode statistic seperti penelitian kuantitatif, beberapa data yang hilang harus dilaporkan dan analisis statistiknya harus jelas.[55]Dengan demikian hasil temuan yang diberikan pada laporan hasil penelitian menjadi mudah dibaca. Agar hasil temuan yang disajikan lebih komunikatif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,[56]yaitu :
a.       Sajikan terlebih gambaran umum dari data dalam bentuk tabel yang berupa tabel- tabel karakteristik populasi dan sampel.
b.      Berikan hasil analisis data dalam bentuk tabel-tabel, disertai penjelasan atau informasi yang perlu pembaca ketahui yang dikaitan dengan rumusan masalah dan hipotesis yang diuji
c.       Laporkan semua data yang ada, baik itu yang menunjang hipotesis atau tidak.
               Pembahasan hasil penelitian berisi tentang argumentasi-argumentasi atau tanggapan peneliti tentang hasil penelitian yang ditemukan dan dihubungkan dengan teori yang diberikan pada bab II yang berisi kajian pustaka. Isi dari bagian hasil temuan oleh William Trochim harus memuat 3 hal,[57]yaitu :
1.      Pernyataan hasil temuan
2.      Tabel-tabel
3.      Pembahasan
Contoh hasil temuan dan pembahasan terdapat pada lampiran yang mengutip sugiyono merujuk pada judul tesis diatas.[58]





DAFTAR PUSTAKA

A.Day, Robert, How to Write & Publish a scientific paper, Arizona:The Oryx Press, 1998
Andriani, Durri dkk, Materi Pokok Metode Penelitian, Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 2011, 6.36
Buku Pedoman Penulisan Makalah, Tesis, dan Disertasi Progam Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya: Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2012
Bungin, Burhan,  Penelitian Kualitatif; Komuniaksi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial lainnya, Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2007
Dalman,  Menulis Karya Ilmiah, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2013
Dwiloka, Bambang dan Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah, Jakarta : Rineka Cipta, 2005
Emzir,  Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif,  Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2012
Faizzatur Rahma, Aan, Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya melalui Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) pada pokok bahasan “ Kisah Kaum Muhajirin dan Anshor” Semester II Tahun Pelajaran 2010-2011, Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Agama Islam, Vol. 02, Nomor 01 , Juni,2011
G.    McMillan, James, Educational Research; Fundamentals for the Consumer; fifth Edition, Pearson Education,
J. Moleong, Lexy, Metodologi Penelitian Kualitatid; edisi revisi, Bandung,: PT Rosdakarya, 2008
Kusmana, Suherli, Merancang Karya Tulis Ilmiah,Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012
Muhajir, Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif; edisi IV, Yogyakarta: Rake Sarasin, 2002
Nazir, Moh., Metodologi Penelitian,Bogor: Ghalia Indonesia, 2002
Nur Tanjung, Bahdin & Ardial,  Pedoman Penulisan Karya Ilmiah ( Proposal, Skripsi, Tesis)Dan Mempersiapkan diri menjadi penulis artikel ilmiah, Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2005
Panduan Penulisan Abstrak Tesis dan Terjemahannya,dalam http :www.ukm.my/jurutera/abstract.pdf, 2 Januari 2014
Sudjana, Nana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah;Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi, Bandung, Sinar Baru Algensindo, 2005
S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta:Rineka Cipta, 2010
Sanjaya, Wina, Penelitian Pendidikan; Jenis, Metode dan Prosedur, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2013
Sugiyono, Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi, Bandung: CV. Alfabeta, 2013
Sukarno,  Penelitian Tindakan Kelas ; Prinsip-prinsip Dasar, Konsep & Implementasinya, Surakarta: Media Perkasa, 2009
Syaodih Sukmadinata, Nana, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006
Trochim, William & James P. Donnelly, The Research Method Knowledge Base, New York: Cornell Custom Publishing, 1999
Vetenskapsradet, Good Research Practice, Stockholm: Swedish Research Council, 2011
Wahyuni, Sari, Qualitative Research Method ; Theory and Practice, Jakarta : Salemba Empat, 2012
W.J.S.Poerwadarminta,  Kamus Umum Bahasa Indonesia,Jakarta: Pusat Bahasa,2008
Zuhdi, Muhammad, Fauzan, Wahdi Sayuti,  Modul Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah, ( Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, 2011), 43





[1]Moh. Nazir, Metodologi Penelitian,(Bogor: Ghalia Indonesia, 2002), 469
[2]Suherli Kusmana, Merancang Karya Tulis Ilmiah,(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), 4
[3]Dalman,  Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2013), 7
[4] Suherli Kusmana, Ibid.,4
[5] Robert A. Day, How to Write & Publish a scientific paper, (Arizona:The Oryx Press, 1998),2
[6]Dalman, Ibid., 5
[7] Bambang Dwiloka & Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta : Rineka Cipta, 2005), 1-2
[8] W.J.S.Poerwadarminta,  Kamus Umum Bahasa Indonesia…,265
[9] Nana sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah;Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi, (Bandung, Sinar Baru Algensindo, 2005), 1
[10]Dalman, Ibid.,189-190                                          
[11]  Willian Trochim & James P. Donnelly, The Research Method Knowledge Base, (New York: Cornell Custom Publishing, 1999), 317
[12]Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif; Komuniaksi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial lainnya,  (Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2007),271
[13]Burhan Bungin, Ibid.,272
[14] Moh. Nazir, Ibid., 473
[15] S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta:Rineka Cipta, 2010), 238-239
[16]Moh. Nazir, Ibid., 472
[17] Burhan Bungin, Ibid., 274-273, yang meramu hasil prinsip-prinsip yang dikemukakan Lincoln & Guba (1985), Bogdan & Biklen (1982), Moleong (1991), Nasution (1992), Patton (1990), Faisal (1990), Susilo (1995), dan Bungin (2001,2005,2006)
[18] Dalman, Ibid.,193
[19] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatid; edisi revisi, ( Bandung,: PT Rosdakarya, 2008), 373-374
[20]Bahdin Nur Tanjung & Ardial,  Pedoman Penulisan Karya Ilmiah ( Proposal, Skripsi, Tesis)Dan Mempersiapkan diri menjadi penulis artikel ilmiah,(Jakarta:Kencana Prenada Media Group, 2005), 19

[21] Bambang Dwiloka & Rati Riana, Ibid.,89
[22] Sukarno,  Penelitian Tindakan Kelas ; Prinsip-prinsip Dasar, Konsep & Implementasinya, (Surakarta: Media Perkasa, 2009), 17
[23]  Bambang Dwiloka & Rati Riana, Ibid.,90
[24]  Lexy J. Moleong, Ibid.,377
[25]  Bambang Dwiloka&Rati Riana, Ibid.,90
[26]  Lexy Maleong, Ibid.,377
[27] James H. McMillan, Educational Research; Fundamentals for the Consumer; fifth Edition, Pearson Education,19
[28] A’an Faizzatur Rahma, Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa kelas VI SDN Klampis Ngasem IV/560 Surabaya melalui Strategi PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) pada pokok bahasan “ Kisah Kaum Muhajirin dan Anshor” Semester II Tahun Pelajaran 2010-2011, Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Agama Islam, Vol. 02, Nomor 01 (Juni,2011), 125
[29]”Panduan Penulisan Abstrak Tesis dan Terjemahannya”, dalam http :www.ukm.my/jurutera/abstract.pdf, (2 Januari 2014), 3
[30]James H. McMillan, Ibid.,20
[31] Bambang Dwiloka&Rati Riana, Ibid., 91
[32] Suherli Kusmana, Ibid., 56
[33] William Trochim & James P. Donelly, Ibid.,318
[34]Sari Wahyuni, Qualitative Research Method ; Theory and Practice, ( Jakarta : Salemba Empat, 2012), 97-98
[35]  Bahdin Nur Tanjung, Ibid.,24
[36] Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan; Jenis, Metode dan Prosedur,(Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2013), 284
[37]  Nana Sudjana, Ibid.,23
[38] Bahdin Nur Tanjung, Ibid.,26
[39] Bhadin Nur Tanjung, Ibid.,26
[40]Sugiyono, Cara Mudah Menyusun Skripsi, Tesis dan Disertasi, (Bandung: CV. Alfabeta, 2013), 184
[41] Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), 301
[42]Sugiyono, Ibid., 184
[43] Dalman, Ibid.,208
[44]  Wina Sanjaya,  Ibid.,170
[45]Sugiyono, Ibid., 184
[46] Wina Sanjaya, Ibid., 293
[47]Sukarno, Ibid., 24
[48] Emzir,  Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif,  (Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2012), 5
[49]  Noeng Muhajir, Metodologi Penelitian Kualitatif; edisi IV, (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2002), 5
[50] Durri Andriani, DKK, Materi Pokok Metode Penelitian, (Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 2011), 6.36
[51] Wina Sanjaya, Ibid., 295
[52] Durri Andriani, DKK, Ibid.,6.37
[53] Wina Sanjaya, Ibid., 296
[54] Sugiyono, Ibid.,189-200
[55] Vetenskapsradet, Good Research Practice, ( Stockholm: Swedish Research Council, 2011), 89
[56] Durri Andriani, Ibid., 6.38-6.39
[57] Willian Trochim & James P. Donelly, Ibid., 319
[58] Sugiyono, Ibid., 201-218
[59] Dalman,  Ibid., 197
[60] S. Margono, Ibid.,253
[61] Sugiyono, Ibid., 219-221
[62] Buku Pedoman Penulisan Makalah, Tesis, dan Disertasi Progam Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, (Surabaya: Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya, 2012), 1
[63] Wina Sanjaya, Ibid., 303
[64] Buku Pedoman…, Ibid., 6
[65] Buku Pedoman…, Ibid., 6
[66] Wina Sanjaya, Ibid.,303
[67] Wina Sanjaya, Ibid.,303-304

[68] Buku Pedoman…, Ibid., 15
[69] Muhammad Zuhdi, Fauzan, Wahdi Sayuti,  Modul Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah, ( Jakarta: Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, 2011), 43
[70] Buku Pedoman…, Ibid.,10-11
[71] Buku Pedoman…, Ibid.,13-14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANGGAPAN DASAR DAN HIPOTESIS

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP STUDI QURAN

AL- JARH WA AT-TA’DIL (ADIL DAN CACAT PERAWI HADIST)