Postingan

Teori Interpretasi Tekstual dan Kontekstual Hadist

Gambar
Teori Interpretasi Tekstual dan Kontekstual Hadist Teori Interpretasi Tekstual dan Kontekstual Hadist Arifuddin Ahmad dalam bukunya Paradigma Baru Memahami Hadith Nabi SAW yang dikutip oleh Zuhrah mendefenisikan interpretasi tekstual sebagai salah satu teknik memahami kandungan suatu hadith nabi berdasarkan teks dan matan hadith semata, tanpa melihat bentuk dan cakupan petunjuknya, waktu, sabab wurud, dan sasaran ditujukannya hadith tersebut, bahkan tidak mengindahkan dalil-dalil lainnya. Karena itu, setiap hadith nabi yang dipahami secara tekstual maka petunjuk yang dikandungnya bersifat universal. Salah satu contoh hadith yang bersifat universal dan dapat dipahami secara tekstual yaitu : عن جابر ابن عبدالله رضي الله عنهما قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : الحرب خدعة.  “Dari Jabir ibn Abdillah ra., Nabi saw. bersabda : “perang itu siasat”. Pemahaman terhadap petunjuk hadith diatas sejalan dengan redaksi teksnya, bahwa setiap perang pasti memakai siasat. Ketentuan ini tidak teri...

HADITS YANG BERTENTANGAN/TA’ARRUDL HADITH DAN PEMECAHANNYA

Gambar
Hadits yang bertentangan/ta'arrudl dan pemecahanya     A .     Hadist yang Bertentangan/Ta'arrudul hadits dan memecahanya. Kata at-ta’arudh, secara etimologis merupakan kata yang dibentuk dari fi’il madhi (عرض), yang artinya menghalangi, mencegah atau membandingi. Artinya, menurut penjelasan para ahli bahasa, kata at-ta’arudh berarti saling mencegah, menentang atau menghalangi. [1] Sedang para ahlu-manthiq, lebih sering menggunakan istilah “al-Tanaqud” sebagai ganti “al-Ta’arud”. Mereka mendefinisikan al-Tanaqud dengan: اختلاف قضيتين بالإيجاب والسلب و الكلية والجزئية بحيث إذا صدقت أحدا هما كدبة الأخرى “Perbedaan dua premis (pernyataan), misalnya yang satu bersifat ijab dan yang lain bersifat salb, atau yang satu bersifat universal (umum) dan yang lain bersifat spesifik dimana apabila salah satunya benar, maka yang lain pasti salah”. Sedangkan secara terminologi, [2] para ulama memiliki berbagai pendapat misalnya seperti yang disebutkan oleh Rahmat Syafei dalam b...

HADITS DITINJAU DARI SEGI KUALITAS DAN KUANTITAS SANAD

Gambar
Hadist ditinjau dari kualitas dan kuantitas sanad 1.     Kaidah Kesahihan Sanad dan Matan Hadits Dalam rangka untuk kepentingan penelitian hadits, ulama telah menciptakan berbagai kaidah dan ilmu (pengetahuan) hadits. Dengan kaidah dan ilmu hadits itu, ulama mengadakan pembagian kualitas hadits. Diantara kaidah yang telah diciptakan oleh ulama adalah kesahihan sanad dan matan hadits, yakni segala syarat atau kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu sanad hadits yang berkualitas sahih [1] . Semua itu mereka lakukan untuk memelihara sunnah Rasul dan untuk menetapkan garis pemisah antara yang shahih dengan yang dla’if [2] . Dalam hal ini metode penelitian yang dipergunakan oleh ulama, secara garis besar terbagi kepada tiga golongan. Yakni: a.        Golongan yang menitikberatkan penelitiannya kepada sanad (termasuk rawi) saja. Metode yang digunakan, dapat disebut sebagai Metode Isnad atau Metode Sanad b.       Golongan y...